Cara sederhana menjaga tubuh tetap terhidrasi saat musim panas di NTT, dari kebiasaan minum air putih rutin hingga mengenali gejala dehidrasi sejak dini.
Kupang, Seputar-ntt.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal merayakan hari lahir atau Harlah ke-18 pada Sabtu, 23 Juli mendatang. Momentum ini akan digunakan Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa...
Pendidikan membentuk dasar dari setiap manusia. Pendidikan juga melepaskan seseorang dari kungkungan pikirannya dan memaksa orang tersebut berpikir dan mempertanyakan sesuatu. Pendidikan juga membuat kita sadar akan hak-hak kita ditengah masyarakat. Karena itu, Pendidikan amat penting dalam kehidupan seseorang.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Kupang tidak menutup mata terhadap 3.300 pelajar SMP dan SMA yang hendak meneruskan pendidikan mereka di sekolah negeri tapi tidak kebagian tempat. Pasca mendapat informasi seputar adanya ribuan siswa yang terancam tidak dapat meneruskan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Walikota Kupang, Jonas Salean. Senin 18 Juli lalu Walikota menggelar rapat tertutup dengan kepala sekolah negeri maupun swasta guna membahas cara penanganan 3 ribuan siswa yang tidak kebagian sekolah itu.
Usai rapat di lantai III Kantor Walikota Kupang, kepada wartawan, Jonas menjelaskan, pihaknya menggelar rapat tertutup bersama para kepala sekolah guna mencari kebijakan untuk menampung ribuan siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya di sekolah-sekolah negeri tersebut.
“Khusus untuk SMP dan SMA Negeri ada 3300 lebih siswa yang daya tamping sekolahnya tidak cukup sehingga tadi ada kebijakan jumlah siswa per kelas ditambah,” jelas Jonas didepan ruang media center kantor Walikota Kupang.
Dikatakan, jika sebelumnya jumlah murid SMP dalam satu kelas 32 siswa kini ditambah 4 siswa lagi sehingga menjadi 36 siswa per kelas. Kemudian untuk tingkat SMA, jika sebelumnya jumlah siswa 36 siswa maka dengan adanya kebijakan baru jumlah siswanya juga bertambah menjadi 40 orang per kelas.
“Itu cara atasi persoalan. Kalau tidak 3300 anak-anak kita tidak bisa meneruskan pendidikan,” tandas mantan Sekda Kota Kupang itu.
Masih menurut Jonas, ruang kelas di sekolah swasta juga telah penuh sehingga Pemerintah Kota kemudian terpaksa meminta beberapa sekolah negeri untuk membuka jam pelajaran pada pagi dan sore hari. Hal ini agar 3300 siswa yang terancam tidak dapat meneruskan pendidikan tersebut dapat terakomodir.
Disinggung soal ketersediaan tenaga pengajar, Jonas mengaku banyak tenaga guru yang belum sertifikasi lantaran kekurangan jam pelajaran. Karena itu, penambahan kelas pada sore hari juga dapat membantu para guru yang belum sertifikasi tadi.
“Banyak guru yang belum memenuhi syarat mendapat sertifikasi guru sehingga mereka akan ditranfer ke sekolah sore tadi. Ada guru yang jam mengajarnya dalam seminggu tidak sampai 24 jam jadi dengan mengajar pagi sore, mereka bisa penuhi syrat untuk dapat sertifikasi,” tambah Jonas lagi. (boy)
Kupang, seputar-ntt.com – Resah dan gelisah terkait status Universitas PGRI Kupang membuat mahasiswa dari kampus yang lagi kisruh itu mengirim surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo. Dalam surat...
Kupang, seputar-ntt.com - Dalam rangka memerihakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-43, KNPI NTT menggelar kegiatan sosial dalam wujud donor darah. Kegiatan ini akan digelar pada Sabtu, 23 Juli...
Lewoleba, seputar-ntt.com - Seorang pemuda asal Desa Panama, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Selasa, 19 Juli 2016, sekitar pukul 10.00 Wita ditemukan tewas di pantai Desa Bean. Remaja 19 tahun...
Lewoleba, seputar-ntt.com - Plan International Indonesia, Program Area Lembata bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Jerman, menginisiasi program ketangguhan Pulau (Resillient Island) yang akan di implementasikan di dua kabupaten yakni...
Cara sederhana menjaga tubuh tetap terhidrasi saat musim panas di NTT, dari kebiasaan minum air putih rutin hingga mengenali gejala dehidrasi sejak dini.