SoE, seputar-ntt.com – Sekitar 13 kilometer dari Kota SoE, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tersembunyi sebuah air terjun yang jarang tersentuh keramaian wisatawan. Namanya Air Terjun Oehala, destinasi alam di Kecamatan Mollo Selatan yang menawarkan keindahan bertingkat dengan air yang luar biasa jernih.
Yang membuat Oehala istimewa adalah sumber airnya. Aliran air terjun ini berasal dari kawasan Gunung Mutis, gunung tertinggi di Pulau Timor. Karena mengalir dari kawasan hutan lindung yang masih terjaga, airnya tampak bening dan dingin sepanjang tahun, bahkan pada puncak musim kemarau sekalipun.
Air terjun ini memiliki pola bertingkat yang terbentuk secara alami. Beberapa pengunjung menyebutnya air terjun tujuh tingkat, karena aliran airnya menuruni deretan tebing batu berundak sebelum akhirnya jatuh ke kolam penampungan di bagian bawah. Setiap tingkat menyuguhkan pemandangan dan sensasi yang berbeda.
Keunikan lain Oehala terletak pada kolam alami di bawah jatuhan airnya yang bentuknya menyerupai hati. Karena itulah banyak orang menjulukinya sebagai Waterfall Love. Kolam ini menjadi spot favorit pengunjung untuk berendam, bermain air, atau sekadar berfoto dengan latar air terjun.
Seluruh kawasan air terjun dilingkupi pepohonan rimbun, sehingga udara di sekitarnya terasa sejuk dan segar. Bagi warga SoE dan sekitarnya, Oehala kerap menjadi tujuan akhir pekan untuk melepas penat, piknik keluarga, sekaligus menikmati hawa pegunungan khas Mollo yang memang terkenal sejuk.
Akses menuju lokasi tergolong mudah dibanding destinasi serupa di NTT. Dari pusat Kota SoE, perjalanan darat dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dalam waktu sekitar 30 menit. Jalan menuju kawasan wisata ini dinilai dalam kondisi baik, meski pengunjung tetap disarankan berhati-hati karena beberapa tikungan berbatu.
Bagi wisatawan dari luar daerah, Oehala bisa menjadi bagian dari rangkaian perjalanan kawasan selatan Timor. SoE sendiri merupakan gerbang menuju kawasan Gunung Mutis dan kawasan budaya Mollo yang kaya tradisi, sehingga kunjungan ke air terjun ini dapat dipadukan dengan wisata alam dan budaya dalam satu rute.
Fasilitas di lokasi masih sederhana. Kondisi ini justru menyisakan kesan alami yang utuh, tetapi juga berarti pengunjung perlu menyiapkan sendiri kebutuhan seperti air minum, makanan ringan, dan pakaian ganti. Warga sekitar biasanya membantu menjaga kebersihan kawasan ini.
Pengembangan Oehala sebagai destinasi unggulan TTS masih terus berjalan. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dinilai menjadi kunci agar keindahan air terjun ini tetap terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitarnya.
Bagi pencinta alam yang ingin merasakan dinginnya air pegunungan tanpa harus menempuh perjalanan berjam-jam, Air Terjun Oehala adalah jawaban yang tepat. Dari Kupang, cukup tempuh sekitar tiga jam perjalanan darat ke arah selatan, dan surga tersembunyi dari kaki Gunung Mutis itu pun sudah menanti di teluk.(*)
Follow