Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas bagi atlet muda di Nusa Tenggara Timur.
Ketua Panitia Tenis Tournament Piala Wali Kota Kupang II, Adibu Dally, mengatakan turnamen tersebut akan berlangsung di Dash Sport Club Bulog PU, Kota Kupang, dengan pendaftaran dibuka mulai 1 hingga 16 Oktober 2026. Sementara pertandingan resmi dijadwalkan dibuka pada 22 Oktober 2026.
Turnamen ini memperebutkan Piala Wali Kota Kupang dengan total hadiah mencapai Rp40 juta.
“Memang ini Tenis Tournament Wali Kota Cup yang kedua. Kami dari pengurus PLTI Provinsi sangat berharap semakin banyak event seperti ini,” kata Adibu dalam wawancara terkait persiapan turnamen.
Menurut dia, penyelenggaraan turnamen bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan hadiah. Ajang tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pembinaan tenis, terutama bagi generasi muda.
Sembilan Kelas Dipertandingkan
Adibu menjelaskan, panitia membuka sejumlah nomor pertandingan yang terbagi dalam kategori junior hingga open.
Untuk kelompok junior, terdapat kategori Under 10, kemudian kelompok usia 11-14 tahun putra dan putri serta 15-18 tahun putra dan putri.
Sementara untuk kategori dewasa, dipertandingkan Ganda Putri Open, Ganda Putri Intermediate, Ganda Putra Intermediate, serta Beregu Putra Open.
Dengan komposisi tersebut, turnamen tahun ini menghadirkan sembilan kelas pertandingan.
Khusus nomor Beregu Putra Open, panitia melakukan perubahan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika tahun lalu terdapat pembatasan usia, tahun ini nomor tersebut dibuka secara umum.
“Kali ini kita buka open. Kita berharap dengan dibukanya open dan tidak memakai batas usia, banyak tim yang akan mendaftar,” ujarnya.
Panitia juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah instansi dan daerah untuk memastikan keterlibatan peserta dari luar Kota Kupang.
Adibu menyebut sejumlah tim dari Polda, TNI, Lapas, Pengadilan Tinggi, PLTI, Sikka hingga Manggarai Barat telah dikonfirmasi untuk ambil bagian. Mereka kini tinggal menyesuaikan jadwal sebelum memastikan keikutsertaan dalam pertandingan.
Slot Peserta Dibuka Terbatas
Untuk menjaga kelancaran pertandingan, panitia menerapkan batas slot peserta pada sejumlah nomor.
Pada nomor Ganda Putri, misalnya, panitia menyediakan slot hingga 16 pasangan. Menurut Adibu, minat terhadap nomor tersebut cukup tinggi, khususnya dari petenis di Kota Kupang.
“Yang ada di Kota Kupang saja banyak peminat, khusus ganda putri. Ganda intermediate putra-putri juga sangat banyak,” katanya.
Pendaftaran peserta dilakukan melalui tautan yang telah disiapkan panitia dan disebarkan ke kabupaten/kota melalui masing-masing pengurus cabang.
Penonton Gratis, Masyarakat Diajak Meramaikan
Satu hal yang menjadi daya tarik turnamen ini adalah masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara gratis.
Adibu mengajak masyarakat Kota Kupang datang langsung ke lokasi pertandingan untuk memberikan dukungan kepada para atlet.
“Datang nonton saja, kasih support. Gratis,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan penonton tenis memiliki karakter berbeda dibandingkan olahraga seperti sepak bola atau bola voli.
Dalam pertandingan tenis, penonton harus menjaga ketenangan ketika bola sedang dimainkan. Bahkan, wasit memiliki kewenangan untuk menghentikan pertandingan apabila suasana penonton mengganggu jalannya pertandingan.
“Begitu serve dimulai, harus hening. Ada aturan tenis dunia seperti itu. Wasit punya kewenangan penuh untuk menghentikan pertandingan,” jelasnya.
Lebih jauh, Adibu berharap Piala Wali Kota Kupang II dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa tenis merupakan olahraga mahal dan sulit diakses.
Menurut dia, pembinaan tenis di Kota Kupang saat ini terus didorong agar bisa menjangkau anak-anak dan generasi muda.
Ia mencontohkan program pembinaan junior yang dilakukan PLTI Provinsi di lapangan yang berada di sekitar kawasan Bulog. Lapangan tersebut dimanfaatkan untuk latihan atlet junior setiap hari melalui koordinasi dengan pihak Bulog.
“Kami berkoordinasi dengan Kepala Bulog. Di sebelah itu setiap hari khusus untuk pembinaan atlet junior. Kepala Bulog juga memberikan apresiasi dan mempersilakan lapangan digunakan. Jadi junior semua latihan bebas di sebelah,” ungkapnya.
Adibu menilai dukungan fasilitas seperti ini penting untuk membangun ekosistem tenis yang lebih kuat di NTT.
Ia berharap semakin banyak anak muda mengenal tenis sejak usia dini, kemudian berkembang menjadi atlet yang mampu membawa nama Kota Kupang dan NTT di level yang lebih tinggi.
“Dengan komposisi pertandingan seperti ini, saya sangat berharap banyak yang mau bermain. Apalagi anak-anak muda, supaya mereka bisa bermain tenis,” katanya.
Piala Wali Kota Kupang II pun tidak hanya diarahkan menjadi ajang perebutan gelar juara dan hadiah Rp40 juta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masa depan tenis NTT melalui kompetisi dan pembinaan berkelanjutan.(*)
Follow