Kupang, seputar-ntt.com – Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang menyita perhatian di Nusa Tenggara Timur. Sejumlah kabupaten di provinsi ini tercatat sebagai wilayah dengan penularan malaria yang lebih tinggi dibanding daerah lain di Indonesia, sehingga masyarakat perlu memahami cara mengenali gejala dini serta langkah pencegahannya dalam kehidupan sehari-hari.
Malaria adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi parasit Plasmodium. Berbeda dengan nyamuk demam berdarah yang aktif pada siang hari, nyamuk Anopheles umumnya menggigit pada malam hingga menjelang subuh. Karena itu, kebiasaan masyarakat NTT yang banyak beraktivitas di luar rumah pada malam hari perlu disertai langkah perlindungan sederhana.
Gejala malaria yang paling khas adalah demam yang muncul bergelombang, disertai menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta rasa lemas yang berlebihan. Pada sebagian penderita muncul pula mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan. Karena gejalanya mirip flu biasa, banyak orang menyepelekan kondisi ini hingga penyakit memburuk.
Yang perlu diwaspadai adalah malaria berat, yang dapat muncul bila infeksi tidak segera ditangani. Tanda-tandanya antara lain demam tinggi yang tidak kunjung turun, kesadaran menurun, kejang, sesak napas, kulit dan mata menguning, serta produksi urin yang sangat sedikit. Kondisi semacam ini merupakan kegawatdaruratan medis dan penderita harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Langkah pemeriksaan malaria saat ini cukup sederhana. Puskesmas dan sejumlah pos kesehatan di NTT telah memiliki layanan pemeriksaan darah untuk mendeteksi parasit malaria. Bila demam tidak membaik dalam satu hingga dua hari, terutama bila pernah berpergian atau bermalam di kawasan hutan, perkebunan, atau daerah rawa, segera periksakan diri tanpa menunggu gejala memburuk.
Pencegahan di tingkat rumah tangga dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Gunakan kelambu saat tidur, terutama kelambu yang telah diberi insektisida; pasang kawat kasa atau tirai pada ventilasi rumah; gunakan pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari; serta oleskan atau semprotkan repellent sesuai petunjuk pemakaian.
Kebersihan lingkungan juga berperan besar. Genangan air, semak belukar di sekitar rumah, dan kandang hewan yang terlalu dekat dengan hunian merupakan tempat peristirahatan favorit nyamuk Anopheles. Membersihkan lingkungan secara berkala, mengalirkan genangan, dan memangkas vegetasi berlebih dapat menekan kepadatan nyamuk di sekitar tempat tinggal.
Kelompok yang paling rentan terhadap malaria berat adalah balita, ibu hamil, dan lansia. Keluarga yang memiliki anggota dari kelompok ini sebaiknya lebih ketat menerapkan perlindungan, serta tidak menunda pemeriksaan bila muncul demam. Ibu hamil yang terkena malaria berisiko mengalami anemia berat dan komplikasi kehamilan.
Menyadari gejala sejak dini, memanfaatkan layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat, dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan adalah rangkaian langkah sederhana yang menyelamatkan. Di tengah tantangan kesehatan daerah, kesadaran tiap keluarga NTT menjadi benteng pertama melawan malaria.(*)
Follow