Kupang, seputar-ntt.com – Sekitar 17 kilometer di barat Kota Kupang, Air Terjun Oenesu di Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, menjadi salah satu tujuan liburan akhir pekan favorit warga sekaligus daya tarik wisata yang mulai dikenal wisatawan mancanegara yang transit di Nusa Tenggara Timur.
Berbeda dari citra NTT yang identik dengan sabana kering, kawasan Oenesu menyimpan lanskap hijau berupa perbukitan berbatu yang menyimpan aliran air sepanjang tahun. Air terjun ini terdiri atas beberapa undakan aliran yang jatuh dari tebing berbatu, kemudian mengendap di kolam alami berbatu yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berenang.
Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menempuh perjalanan darat dari pusat Kota Kupang selama sekitar 45 menit hingga satu jam menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa. Jalanan menuju destinasi sudah relative ramah kendaraan roda dua dan roda empat, meski pengunjung disarankan tetap berhati-hati karena sebagian ruas berbatu dan licin saat musim hujan.
Sesampai di area parkir, pengunjung biasanya akan melewati jalur setapak menuruni anak tangga yang dikelilingi pepohonan dan semak kecil selama sekitar 10 hingga 15 menit. Perjalanan singkat itu justru menjadi bagian dari pengalaman, karena suara gemuruh air sudah terdengar sebelum mata menangkap pemandangan utama.
Keunggulan utama Oenesu terletak pada kolam alaminya yang berbatu dengan air yang jernih kebiruan. Anak-anak hingga orang dewasa kerap bermain air di kolam tersebut, sementara sebagian pengunjung lebih memilih duduk di bebatuan sambil menikmati guyuran butiran air yang jatuh dari ketinggian.
Fasilitas di kawasan ini terus berkembang. Terdapat warung sederhana milik warga sekitar yang menjual makanan ringan, minuman, dan kelapa muda, serta area ganti pakaian. Pengelolaan destinasi ini melibatkan warga setempat, sehingga setiap kunjungan wisatawan turut memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Desa Oenesu.
Dari sisi waktu kunjungan, debit air Oenesu paling deras pada musim penghujan hingga awal kemarau. Pada puncak kemarau volume air menyusut, tetapi destinasi ini tetap layak dikunjungi karena kolam alaminya masih menyimpan air dan suasananya lebih sepi sehingga nyaman bagi yang ingin menikmati ketenangan.
Lokasi Oenesu juga strategis karena dapat digabungkan dalam satu rute perjalanan dengan Pantai Lasiana yang berada di jalur yang sama, bahkan sebagian wisatawan melanjutkan perjalanan ke kawasan Batu Putih. Rute kombinasi pantai dan air terjun dalam satu hari menjadikan kawasan barat Kota Kupang punya paket wisata alam yang lengkap.
Bagi wisatawan yang datang dari luar daerah, kunjungan ke Oenesu menjadi cara sederhana memahami keragaman alam NTT. Dalam satu sisi pulau yang kerap digambari kering, tersimpan oasis yang membuktikan bahwa tanah Timor juga menyimpan kekayaan air dan hutan yang layak dirawat.
Pemeliharaan kebersihan menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama. Pengunjung diimbau membawa kembali sampah plastiknya, tidak mencoret bebatuan, dan mematuhi petunjuk pengelola agar Air Terjun Oenesu tetap menjadi aset wisata yang menyambut siapa pun yang ingin merasakan segarnya alam Kupang.(*)
Follow