Sabu, seputar-ntt.com – Di pusat kota Seba, ibu kota Kabupaten Sabu Raijua, terbentang Pantai Napae, destinasi berpasir putih yang menjadi salah satu ikon wisata pulau yang dijuluki “tanah para dewa” itu.
Pantai ini berlokasi di Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat. Letak Pulau Sabu yang berada di pesisir Samudra Hindia menjadikan angin berhembus lembut sepanjang pantai, memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang bersantai menikmati deburan ombak.
Napae menyimpan catatan sejarah yang menarik. Pada tahun 1770, kapal HM Bark Endeavour yang dipimpin Kapten James Cook pernah singgah dan terdampar di pantai ini karena kehabisan bekal dalam pelayarannya kembali menuju Batavia.
Kala itu, Raja Sabu bernama Ama Doko Lomi Djara memberikan bantuan logistik kepada kru kapal, sehingga James Cook dapat meneruskan pelayarannya. Jejak sejarah ini menjadikan Pantai Napae bukan sekadar objek wisata alam, tetapi juga situs persinggahan penting dalam pelayaran dunia abad ke-18.
Pantai ini juga dikenal sebagai tempat persinggahan migrasi burung pelikan yang datang dari Australia ketika terjadi pergantian musim di daerah asalnya. Beberapa pengunjung yang beruntung dapat menyaksikan burung-burung besar tersebut beristirahat di sepanjang bibir pantai.
Selain pantai berpasir putih, Kabupaten Sabu Raijua memiliki kekayaan daya tarik wisata yang kompleks, mulai dari bukit sabana, lembah lontar, gua, hingga dinding batu berwarna. Potensi budaya juga tak kalah kaya dengan ritual adat seperti hole dan dab’ba yang masih hidup di tengah masyarakat.
Untuk mencapai Pulau Sabu, wisatawan dapat menempuh penerbangan dari Kupang menuju bandara di Seba, atau menggunakan jalur laut dari pelabuhan di Pulau Timor. Dari pusat kota Seba, akses menuju Pantai Napae tergolong mudah karena letaknya yang strategis.
Pengelolaan destinasi di Sabu Raijua terus didorong oleh pemerintah daerah, terbukti dari data kunjungan wisatawan yang menunjukkan animo besar terhadap pulau ini. Infrastruktur pariwisata pun perlahan berkembang mengikuti pertumbuhan jumlah wisatawan.
Sabu juga terkenal dengan kain tenun ei ledo yang ditenun warga hingga berbulan-bulan. Banyak wisatawan memadukan kunjungan ke pantai dengan berburu tenun di kampung-kampung tenun di pedalaman pulau. Angin pasat yang berhembus konsisten di perairan Selat Sabu turut menjadikan laut sekitarnya kaya akan hasil tangkapan, dan kehidupan nelayan lokal dapat disaksikan setiap pagi ketika perahu-perahu kembali ke bibir pantai membawa ikan segar bagi kebutuhan pasar Seba. Bagi wisatawan, menyaksikan aktivitas nelayan ini menjadi pengalaman budaya yang tak terduga, sembari menikmati hidangan ikan bakar segar di warung-warung sederhana sekitar pantai.
Bagi travelers yang mencari destinasi tenar jauh dari keramaian Bali atau Labuan Bajo, Pantai Napae menawarkan gabungan pasir putih, sejarah pelayaran dunia, dan budaya Sabu yang otentik dalam satu titik destinasi.(*)
Follow