Rakyat Makan Putak, Gubernur NTT Terima Bintang Jasa Utama

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Berita kelaparan di wilayah NTT hingga masyarakat di Kebupaten Timor Tengah Selatan (TTS) harus mengkomsumsi Putak tidak belum hilang dari ingatan. Walaupun demikian Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Kamis (13//2015) tetap mendapatkan tanda jasa Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara.

Tanda kehormatan Bintang Jasa Utama diberikan kepada tokoh yang dianggap besar di peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi kebesaran negara, pengabdiannya di bidang ekonomi, sosial, politik, serta jasanya diakui di tingkat nasional sesuai Pasal 28 ayat 3 UU Nomor 29/2009.

Frans Lebu Raya mendapatkan tanda kehormatan bersama 46 tokoh yang dianggap berjasa di berbagai bidang dan membawa manfaat untuk masyarakat banyak. Mereka menerima penghargaan ini dalam rangka HUT RI ke-70.

Pemberian tanda jasa kehormatan ini merupakan hasil persetujuan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2015. Tanda kehormatan Bintang Mahaputra diberikan karena tokoh-tokoh tersebut dianggap berjasa luar biasa di berbagai bidang, pengabdian dan pengorbanan di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi, serta darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional hingga internasional sesuai Pasal 28 ayat 2 UU No 20/2009.

Adapun tanda kehormatan Bintang Jasa diberikan kepada tokoh yang dianggap besar di peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi kebesaran negara, pengabdiannya di bidang ekonomi, sosial, politik, serta jasanya diakui di tingkat nasional sesuai Pasal 28 ayat 3 UU Nomor 29/2009.

Berikut adalah nama-nama penerima tanda kehormatan masing-masing dengan surat keputusannya.

A. Bintang Mahaputra Adipradana
– Hamdan Zoelva (mantan Ketua MK)
– Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (mantan Panglima TNI)
– Jenderal Pol (Purn) Sutanto (mantan Kapolri)
– Jenderal Pol (Purn) Bimantoro (mantan Kapolri)

B. Bintang Mahaputra Utama
– Achmad Sodiki (mantan hakim MK)
– Hardjono (mantan hakim MK)
– Ahmad Fadli Sumadi (mantan hakim MK)
– Muhammad Alim (hakim MK periode 2010-2015)
– Laksamana TNI (Purn) Marsetio (mantan KSAL)
– Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia (mantan KSAU)
– Harbrinderjit Singh Dillon (mantan utusan khusus Presiden untuk penanggulangan kemiskinan)
– Busyro Muqoddas (mantan Ketua KY dan pimpinan KPK)
– Haryono Umar (mantan komisioner KPK)
– Thahir Saimima (mantan komisioner KY)
– Mustofa Abdullah (mantan anggota KY)
– Zainal Arifin (mantan anggota KY)
– Soekotjo Soeparto (mantan anggota KY)
– Sabam Sirait (mantan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan)
– Syafii Maarif (mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah)
– Franz Magnis Suseno (filsuf dan budayawan)
– Surya Paloh (tokoh pers nasional)
– Harun Nasution (pengembang budaya moderat)

C. Bintang Jasa Utama
– Alm Burhan Muhammad (Duta Besar RI untuk Pakistan)
– Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat)
– Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah)
– Cornelis (Gubernur Kalimantan Barat)
– Frans Lebu Raya (Gubernur NTT)
– Christiany Eugenia Paruntu (Bupati Minahasa Selatan)
– Stephanus Malak (Bupati Sorong)
– Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya)
– Didin Hafidhuddin Maturidi (Ketua Badan Amal Zakat Nasional)
– Dato Sri Profesor Tahir (Mayapada Group)
– Mochtar Riyadi (Lippo Group)
– Schoichiro Toyoda (member of the board Toyota Motor)
– Toshihiro Nikai (Chairman General Council Liberal Democratic Party)

D. Bintang Jasa Pratama
– Heri Listyawati Burhan (istri Duta Besar RI untuk Pakistan)

E. Bintang Penegak Demokrasi Utama
– Husni Kamil Manik (Ketua Komisi Pemilihan Umum)
– Muhammad (Ketua Badan Pengawas Pemilu)

F. Bintang Budaya Parama Dharma
– Mustofa Bisri (pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Lteteh, Rembang)
– Gunawan Soesatyo Mohammad (sastrawan, budayawan)
– Alm Petrus Josephus Zoetmulder (ahli sastra Jawa kuno penyusun kamus Jawa kuno-Inggris)
– Alm Wasi Kolodoro/Ki Tjokrowasito (komposer musik karawitan Jawa dan pendukung utama Sendratari Ramayana)
– Alm Hosesein Djajadiningrat (pelopor tradisi keilmuan)
– Alm Nursjiwan Tirtaamidjaja (perancang busana dan batik)
– Alm Hendra Gunawan (pelukis dan pematung)
– Alm Soejoedi Wiryoatmojo (arsitek) (sumber kompas.com)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...