Sasando Rote, Alat Musik Petik Bambu dan Lontar yang Menjadi Ikon Budaya NTT

Date:

Share:

Baa, seputar-ntt.com – Dari pulau kecil di ujung selatan Nusa Tenggara Timur, sebuah suara petik yang lembut telah mengharmonikan musik Indonesia selama berabad-abad. Sasando, alat musik tradisional masyarakat Rote Ndao, terus hidup dari generasi ke generasi dan kini menjadi salah satu ikon budaya yang paling dikenal dari provinsi ini.

Sasando dimainkan dengan cara dipetik. Bentuknya unik: tabung bambu panjang sebagai badan utama, dikelilingi daun lontar kering yang direntangkan melingkar seperti kipas raksasa. Daun lontar itulah yang menjadi ruang resonansi, menghasilkan suara yang bergetar hangat, berbeda dari kebanyakan alat musik petik lain di Nusantara.

Bagi masyarakat Rote, pohon lontar memang adalah pohon kehidupan. Daunnya dipakai sebagai atap rumah, buahnya dimanfaatkan untuk tuak dan gula, dan untuk sasando, daunnya disulap menjadi penambah nada. Tidak mengherankan bila filosofi sasando kerap dihubungkan dengan kearifan lokal tentang manusia yang hidup selaras dengan alam.

Secara jenis, sasando memiliki beberapa varian. Sasando gong biasa mengiringi lagu-lagu tradisional dan tarian adat, sementara sasando biola dikembangkan dengan senar yang lebih banyak sehingga mampu membawakan lagu-lagu modern. Jumlah senarnya bervariasi, dari belasan hingga lebih dari tiga puluh, tergantung kebutuhan musik yang dimainkan.

Di Kupang, ibu kota NTT, sasando kerap hadir dalam perayaan hari besar, festival budaya, hingga acara penyambutan tamu kehormatan. Suaranya yang syahdu hampir selalu menjadi penutup yang membekas, seolah merangkum kehangatan masyarakat timur yang hospitality.

Membuat satu sasando bukan pekerjaan singkat. Pengrajin harus memilih bambu yang matang, memotongnya dengan ukuran presisi, lalu memasang senar satu per satu sambil mengatur nada. Proses merangkai daun lontar ke badan bambu menuntut kesabaran ekstra karena helai-helai itu harus meregang sempurna agar resonansi menghasilkan suara terbaik.

Belakangan, upaya melestarikan sasando juga menjangkau sekolah dan komunitas musik. Sejumlah pelatihan rutin digelar agar generasi muda, baik di Rote maupun di Kupang, tidak sekadar mengenal bentuknya, tetapi mampu memainkannya. Beberapa pemain muda bahkan membawa sasando ke panggung musik modern, menggabungkannya dengan gitar dan perkusi.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Rote Ndao, melihat proses pembuatan sasando di kediaman pengrajin bisa menjadi pengalaman tersendiri. Beberapa pengrajin dengan senang hati memperkenalkan bagian-bagian alat musik itu sekaligus memainkan satu dua lagu untuk tamunya.

Di pasar oleh-oleh Kupang dan Baa, sasando mini kerap dijual sebagai cenderamata. Meski ukurannya kecil dan tak selalu bisa dimainkan, bentuknya yang khas menjadikannya bukti cinta bagi para pelancong yang ingin membawa sepotong budaya Rote pulang ke kota asalnya.

Dalam gemuruh arus musik digital, sasando tetap berdiri sebagai pengingat bahwa kekayaan budaya NTT lahir dari hal-hal sederhana: bambu, daun lontar, dan sepasang tangan yang terus memetiknya.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Prakiraan Cuaca NTT Jumat 9 Oktober 2026: Cerah Berawan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan cuaca NTT 9 Oktober 2026: Kupang cerah berawan tanpa hujan, suhu 14-34 Celsius, waspada angin kencang 32 km/jam di Sabu dan Waingapu.

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...