Kalabahi, seputar-ntt.com – Bupati Alor, Drs. Amon Djobo berkesempatan menghadiri kegiatan musrembang tingkat Kecamatan Alor Barat, Senin, (1/3/2021) pagi.
Dihadapan para Kepala Desa, Lurah dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkung Pemerintah Kabupaten Alor, ia berharap agar musrembang kali ini bukan tempat untuk berdebat kusir mengikuti kemauan sendiri, bukan kebutuhan masyarakat.
Menurut Bupati, musrembang kali ini serempet-serempet berbahaya sebab usulan tahun-tahun sebelumnya masih bisa dijawab pemerintah pusat maupun provinsi.
“Kalau sekarang sedikit repot dikarenakan kebutuhan-kebutuhan yang kita usul sama dengan di daerah lain, maka saya minta agar program-program prioritas itu yang didahulukan. Usulannya yang pokok-pokok saja yang mendukung tiga pilar percepatan pembangunan yakni untuk Alor Pintar, Sehat, Kenyang, termasuk infrastruktur dasar, infrastruktur umum,” kata Amon Djobo.
Mantan Asisten III ini kembali menyampaikan, hantaman covid-19 yang berakibat pada dana dan penganggaran juga menjadi salah satu faktor yang harus dipikirkan para kepala desa dan lurah dalam mengajukan usulan.
“Untuk itu sekali lagi saya minta dengan tegas agar usulan yang penting-penting sesuai kebutuhan masyarakat yang diutamakan sehingga ini bisa dijawab,” harapnya.
Camat Alor Barat Laut (Abal), Martinus De Porres Djeo, S.IP dalam sambutannya menyampaikan, ada beberapa kendala yang menghambat pelayanan masyarakat di bidang pembangunan.
“Belum adanya tambatan perahu pada UPT Puskesmas Ternate, lanjutan abrasi pantai di Lefokisu dan Pantai Kokar, drainase di Alor Besar dan beberapa gorong-gorong di beberapa kali yang rusak berat di Dulolong, Ampera dan Oa’mate,” bebernya.
Lanjutnya, dari hasil kunjungan kerja yang telah dilakukan dibtiap desa dan kelurahan, terdapat banyak potensi sumberdaya alam yang perlu dikembangkan khususnya di sektor pariwisata.
“Abal menyompan banyak potensi dari dasar laut sampai puncak gunung, tersebar di darat, laut bahkan juga di udara. Setiap desa di Abal mempunyai keunikannya masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata,” ungkap De Porres.
Ia pun menyadari, untuk mengembangkan wisata yang ada bukanlah perkara yang mudah. Minimnya dana serta SDM menjadikan masyarakat Abal sulit bersaing atau menjadi pelaku dalam bidang ini.
“Untuk itu strategi yang kami ambil di tahun 2021 dan 2022 adalah mempersiapkan SDM melalui berbagai pelatihan serta memperkenalkan setiap desa dengan keunikannya kepada dunia melalii berbagai festival desa. Dalam tahun ini direncanakan akan diadakan 5 festival desa yakni festival tenun di Desa Ternate, festival makan ikan gratis di Kokar, festival makan baru di Bampalola, festival manggrove di Desa Aimoli dan Tour Of The Indonesia Paralayang di Desa Hulnani. Untuk itu saya berharap kedepan kami tidak lagi menjadi penonton tetapi pelaku di rumah sendiri,” jelas Camat Abal.
Martinus juga membeberkan, wabah dari covid-19 juga berpengaruh pada pemasaran hasil-hasil produk dari masyarakat Abal sehingga dalam musrembang kali ini, pihaknya melounching website Marungga.com yang dapat diakses oleh semua orang kapan dan dimana saja, baik di Indonesia dan diluar negeri.
“Jadi bagi yang mau berbelanja tidak harus keluar rumah. Tinggal klik marungga.com maka barang kami antar ke rumah. Langkah selanjutnya kami akan bekerjasama dengan staf up lokal “Boma” sahabat kurir anda untuk memasarkan hasil bumi seperti sayur-sayuran, ikan, bumbu dapur dan berbagai kebutuhan yang berasal dari Kecamatan Abal,” pungkas Camat Martinus De Porres Djeo, S.IP. (*Pepenk)
Follow