Lembata, seputar-ntt.com – Sebanyak 13 mahasiswa dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan membangun taman literasi baca di SD Negeri Bakalerek, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Pembangunan taman literasi ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa-siswi SDN Bakalerek. Salah satu mahasiswa, Sultan Abdulah, turut memperindah taman dengan melukis mural berwarna-warni di dinding sekolah. Mural tersebut memberikan nuansa ceria dan menarik perhatian anak-anak untuk lebih sering mengunjungi taman baca.
Kepala Sekolah SDN Bakalerek, Maria Siba Purab, mengungkapkan bahwa taman literasi ini sangat membantu dalam menumbuhkan semangat membaca para siswa. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya keterbatasan ruang perpustakaan membuat minat baca siswa menurun.
“Perpustakaan kami penuh, sehingga anak-anak tidak memiliki ruang yang nyaman untuk membaca. Dulu hanya sekitar 50 persen anak yang tertarik membaca. Namun sejak ada taman baca ini, minat baca meningkat hingga 90 persen,” ujar Maria saat diwawancarai.
Maria Siba Purab menambahkan, taman literasi sebenarnya sudah dirintis secara sederhana oleh komite sekolah. Namun, berkat kehadiran mahasiswa MBKM UNWIRA, taman baca ini dikembangkan lebih baik melalui perbaikan tempat duduk, penataan ruang, hingga mural yang memperindah suasana.
“Terima kasih saya ucapkan kepada anak-anak mahasiswa UNWIRA karena telah membantu menghidupkan kembali semangat membaca di sekolah kami. Anak-anak, guru, dan seluruh warga sekolah merasa sangat terbantu dengan adanya taman baca ini,” ujar Maria.
Lebih lanjut, pihak sekolah berencana melaporkan keberadaan taman baca ini ke instansi terkait agar dapat memperoleh tambahan buku bacaan sebagai dukungan keberlanjutan program tersebut.
Sementara itu, Joseph Pala Weruin, sebagai ketua kelompok mahasiswa MBKM berharap taman literasi tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang bagi siswa menyalurkan kreativitas.
“Harapan kami, taman baca ini tidak hanya meningkatkan minat membaca, tetapi juga menjadi ruang aktivitas positif lainnya seperti menulis, menggambar, dan berkreasi,” ungkap Joseph.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, taman literasi di SDN Bakalerek kini menjadi simbol kebangkitan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar yang berada di pelosok Lembata.(*)
Follow