Kupang, seputar-ntt.com – Sore sudah menjelang, saat Ketua Yayasan Yushinta Ningsih Sejahtera (YNS), Yusinta Nenobahan Syarif memasuki pelataran Rumah Jabatan Wali Kota Kupang di bilangan Kota Baru pada, Selasa, (8/7/2025). Perempuan kelahiran Timor tengah Selatan (TTS) itu akan beraudiens dengan Wali Kota Kupang, Christian Widodo. Dia ingin berkontribusi membangun Kota Kupang. Sebagai anak Timor yang kini sukses di Jakarta, Yushinta Nenobahan Syarief, ingin membangun pulau Timor dan Kota Kupang sebagai barometer NTT, harus dibangun secara bersama-sama.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo yang baru tiba dari Labuan Bajo dalam rangka mendampingi Menteri Kehutanan, tetap menyisihkan waktunya untuk bertemu dengan Yushinta Nenobahan Syarief. Dalam pertemuan yang penuh keakraban, dua anak muda yang punya mimpi yang sama untuk membangun Kota Kupang itu, saling mendengarkan satu sama lain. Wali Kota mendengarkan apa yang ingin dilakukan oleh Yayasan YNS untuk Kota Kupang. Demikian juga dengan Yushinta Nenobahan, dia mendengarkan apa yang menjadi raod map pembangunan Kota lima tahun kedepan di bawah pimpinan Christian Widodo dan Serena Francis.
Rupanya kedua orang yang baru pernah bertemu ini, memiliki pemikiran yang sama yakni terkait sampah, UMKM dan juga pendidikan. Yayasan YNS punya program yang sama dengan Pemerintah Kota bagimana mengelola sampah sehingga ingin berkolaborasi bagimana mengelola sampah secara terpadu. Demikian juga dengan pengembangan UMKM. Baik YNS maupun Pemkot Kupang memiliki tujuan yang sama, bagaimana UMKM bisa menjadi sokoguru perekonomian masyarakat. Demikian juga dengan pendidikan, YNS juga memiliki perhatian serius untuk bidang pendidikan.
“Membangun Kota Kupang tidak bisa pemerintah berjalan sendiri. Semua elemen harus berkolaborasi sehingga apa yang ingin YNS lakukan di Kota Kupang kami menyambutnya dengan sukacita. Untuk itu maka secara pribadi maupun mewakili Pemkot Kupang, kami sampaikan terimakasih kepada YNS yang telah bersedia untuk berkolaborasi dalam membangun Kota Kupang. Untuk mencapai sebuah kemenangan, maka harus bekerja bersama,” ujar Christian Widodo.
Christian Widodo mengakui bahwa, tidak banyak orang yang datang untuk mengulurkan tangan atau bersama-sama untuk membangun Kota sehingga tujuan mulia dari YNS harus diterima dengan penuh suka cita. Apalagi dengan berbagai keterbatasan yang dialami oleh pemerintah terutama terkait anggaran sehingga dibutuhkan kerjasama lintas sektor untuk mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan sejahtera.
“Saat Kita dilantik, anggaran sudah diketok dan sudah berjalan. Kita harus menunggu perubahan atau anggaran murni 2026 untuk kita bisa implementasikan apa yang ingin kita kerjakan di Kota ini sesuai dengan harapan warga dan juga visi dan misi kami. Disisi lain, keterbatasan anggaran pada pemerintah juga menjadi pergumulan tersendiri sehingga ketika ada pihak yang secara sukarela datang membantu kita maka tentu kita terima dengan rasa syukur,” ungkap Christian Widodo.
Sementara Ketua Yayasan YNS, Yusinta Nenobahan Syarief mengatakan, setelah mendengar apa yang ingin dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang maka pihaknya akan berkonsentrasi pada penanganan sampah terpadu dan juga pengembangan UMKM. Dia juga mengatakan, tidak hanya membantu secara materi atau anggaran tapi juga memberi pendidikan kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah secara baik seperti di Kota-kota yang sudah maju.
“Kita tidak hanya bantu bak Sampah atau peralatan lain untuk mengelola sampah saja. Kami juga akan advokasi masyarakat bagimana mereka bisa mengelola sampah dengan baik dan bisa mendatangkan untung. Kita sudah bantu di wilayah Jawa Barat bagaimana pengelolaan sampah dengan beberapa teknologi dan kita mau agar Kota Kupang juga bisa kita bantu. Intinya kita mengikuti apa yang menjadi program Kota Kupang dalam pengelolaan sampah. Kita lihat, kita bantu di bagian apa, kita sudah siap,” pungkas Yusinta Nenobahan Syarief.
Untuk UMKM kata Yusinta Nenobahan, pihaknya akan membantu agar UMKM bisa lebih berkembang dengan mempersiapkan pasar tidak hanya di Kota Kupang atau NTT. “Salah satu persoalan yang dihadapi oleh UMKM adalah tidak tersedianya pasar untuk hasil produksi mereka. Nah, kita akan bantu pasar bagi mereka. Kalau Pemkot bantu mereka perijinan maka pasarnya kita bantu,” tutup Yusinta Nenobahan Syarif. (joey)
Follow