Beras dan Rokok Beri Pengaruh Besar Terhadap Garis Kemiskinan di NTT

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com — Komoditas makanan beras dan rokok, yang beri pengaruh besar terhadap garis kemiskinan pada bulan Maret 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sedangkan komoditas bukan makanan yakni perumahan.

“Komoditas-komoditas tersebut, berpengaruh untuk wilayah perkotaan dan pedesaan,” ujar Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Bangngu Kale saat jumpa pers virtual, Jumat (25/7/2025).

Secara rinci Matamira menjelaskan, lima komoditas makanan yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan secara berurutan adalah komoditas beras 28,7 persen, rokok 7,11 persen, telur ayam 2,96 persen, kopi bubuk dan kopi instan 2,07 persen, serta ikan kembung 2,02 persen.

“Untuk di pedesaan, beras 35,88 persen, rokok 6,29 persen, kopi 2,90 persen, gula pasir 2,83 persen dan daging ayam kampung 2,47 persen,” ujar Matamira.

Sedangkan komoditas bukan makanan, tambah Matamira, untuk perkotaan diantaranya perumahan 10,48 persen, pendidikan 2,52 persen, bensin 2,17 persen, listrik 1,85 persen, dan perlengkapan mandi.

“Begitu juga di pedesaan, perumahan diurutan teratas untuk komoditas bukan makanan yakni sebesar 9,80 persen, disusul bensin 1,54 persen, kayu bakar 1,39 persen, pendidikan 1,23 persen dan perlengkapan mandi 1,17 persen,” urai Matamira.

Untuk mendapatkan garis kemiskinan rumah tangga (RuTa) miskin, kata Matamira, dengan melihat garis kemiskinan perkapita dikalikan dengan rata-rata anggota rumah tangga.

“Rata-rata satu rumah tangga miskin di NTT memiliki 5-6 anggota rumah tangga (ART) atau tepatnya 5,59 ART, sehingga per rumah tangga garis kemiskinan nya akan menjadi Rp3.072.303/RuTa Miskin,” jelasnya.

Lebih lanjut Matamira menegaskan, jika dibandingkan dengan garis kemiskinan nasional dan garis kemiskinan provinsi lain, garis kemiskinan di NTT lebih tinggi dibandingkan dengan garis kemiskinan RuTa miskin nasional.

“Garis kemiskinan RuTa miskin Sulawesi Barat yakni Rp 2.524.841 adalah yang terendah secara nasional,sedangkan garis kemiskinan Ru Ta miskin tertinggi secara nasional yakni Provinsi Papua Pegunungan yakni sebesar Ro5.915.549,” tambah Matamira.

Berdasarkan garis kemiskinan diatas, ujar dia, maka pada bulan Maret 2025 jumlah penduduk miskin NTT sebanyak 1.088,78 ribu orang atau 1,09 juta orang atau setara dengan tingkat kemiskinan 18,60 persen.

Dibandingkan September 2024 secara absolut jumlah penduduk miskin pada bulan maret 2025 turun 0,42 persen. (joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...