Sebulan Air PDAM Mati, Pelanggan Minta Bupati Kupang Turun Tangan

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com — Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang kembali menuai keluhan tajam dari pelanggan di Kota Kupang. Warga di Jalan Gambus, Kelurahan Nunhila, mengaku sudah lebih dari satu bulan tidak mendapatkan suplai air melalui jaringan pipa PDAM. Kondisi ini memaksa mereka membeli air tangki dengan harga mahal di tengah situasi ekonomi yang makin berat.

Daniel Ga Bani, salah satu pelanggan, menuturkan bahwa air di rumahnya tidak pernah menetes selama sebulan penuh. Menurutnya, persoalan ini bukan hal baru karena selalu terulang setiap musim kemarau. Namun kali ini masalah dianggap lebih parah karena meski hujan sudah turun sejak November, air tetap tidak mengalir.

“Sudah sebulan penuh air tidak pernah menetes. Sejak akhir September memang mulai tidak lancar, tapi masih jalan sekali seminggu meski kecil. Sekarang sudah Desember, hujan terus, tapi air tetap tidak jalan. Kami benar-benar kecewa,” keluh Daniel.

Ia berharap Bupati Kupang Yosep Lede tidak menutup mata atas persoalan ini dan segera menegur manajemen PDAM yang dinilai tidak bekerja maksimal.

“Bupati harus lihat itu pengurus PDAM, supaya mereka jangan duduk manis di belakang meja lalu tidak memperhatikan pelayanan. Kalau mereka tidak becus, ganti saja dengan orang lain,” tegasnya.

Keluhan serupa datang dari Alberthina. Ia mengaku pernah didatangi petugas PDAM yang menjelaskan bahwa air tidak mengalir karena debit kecil. Namun ia menilai alasan itu tidak masuk akal karena wilayah sekitar tetap mendapat suplai air, sementara jalurnya justru tidak.

“Petugas bilang debit kecil, tapi kenapa di jalur lain air jalan? Di kami saja yang mati. Ini tidak adil,” ujarnya.

Ia meminta Direktur PDAM Kabupaten Kupang untuk turun langsung memeriksa kondisi lapangan, bukan hanya menerima laporan dari balik meja.

“Kita minta Dirut PDAM perhatikan ini. Jangan hanya diam dan merasa nyaman. Kalau tidak bisa urus warga Kota Kupang, lebih baik PDAM itu diserahkan saja ke Pemerintah Kota,” pungkas Alberthina.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Kabupaten Kupang belum memberikan penjelasan resmi terkait keluhan warga. Namun masyarakat berharap krisis air bersih tidak lagi menjadi persoalan tahunan tanpa solusi.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...