Dirut Bank NTT Targetkan 3.450 Penerima KUR Tahun 2026

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com — PT Pembangunan Bank Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT membidik penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar pada tahun 2026. Target tersebut diarahkan kepada sedikitnya 3.450 debitur di seluruh wilayah NTT.

Penetapan target ini merujuk pada Keputusan Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM tertanggal 17 November 2025, yang menetapkan total penyaluran KUR nasional tahun 2026 hingga Rp295 triliun, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran subsidi bunga atau subsidi marjin.

Dari total plafon Rp350 miliar yang dialokasikan untuk Bank NTT, sebesar Rp100 miliar diperuntukkan bagi usaha mikro, Rp200 miliar untuk usaha kecil, dan Rp50 miliar khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyebut kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR di tahun 2026 menjadi angin segar bagi masyarakat NTT, terutama bagi para calon pekerja migran.

“Bunganya hanya enam persen dengan plafon pinjaman hingga Rp100 juta,” ungkapnya dalam diskusi publik bertema “Peran Perbankan Mendorong Pertumbuhan UMKM di NTT melalui KUR” yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Charlie, skema KUR PMI memberikan peluang besar bagi calon pekerja migran untuk mempersiapkan keberangkatan secara matang, mulai dari biaya pelatihan, pengurusan dokumen, hingga kebutuhan awal di negara tujuan.

Selain itu, KUR Bank NTT juga diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan di NTT. Ia menilai peluang pasar terbuka lebar, khususnya untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini masih banyak dipasok dari luar daerah.

“Ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Kita punya lahan luas dan sumber daya manusia yang mampu memproduksi buah, sayur, telur, ayam, sapi, babi dan berbagai kebutuhan pokok lainnya,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Charlie juga mengakui masih adanya tantangan dalam budaya pelayanan di internal Bank NTT. Meski didukung teknologi yang memadai, ia menilai peningkatan kualitas layanan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

“Culture pelayanan belum optimal. Teknologi sudah ada, tapi budaya pelayanan yang harus kami perbaiki. Kami butuh nasabah,” pungkasnya. (*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...