Kupang, seputar-ntt.com — Sebuah rumah sekaligus lapak usaha milik warga di Jalan Nusantara, RT 45/RW 01, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dirusak puluhan orang yang datang secara tiba-tiba pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Rumah dan lapak tersebut merupakan milik Fester Banusu. Bangunan itu selama ini digunakan untuk menjalankan sejumlah usaha, mulai dari penjualan bensin eceran, tambal ban hingga berjualan sayuran.
Adik Fester, Bernadeta Ceunfin, mengatakan aksi perusakan berlangsung secara tiba-tiba dan membuat keluarga terkejut.
Menurut Bernadeta, massa yang diperkirakan berjumlah puluhan orang datang ke lokasi dan langsung melakukan perusakan. Mereka disebut menggunakan batu dan kayu serta menendang bagian bangunan hingga mengalami kerusakan.
“Orang datang ramai-ramai dan langsung merusak rumah serta lapak. Mereka menggunakan batu dan kayu,” kata Bernadeta.
Bangunan yang sebagian besar menggunakan material seng bekas itu kini dalam kondisi porak-poranda. Sejumlah barang dagangan berserakan, sementara peralatan yang digunakan untuk usaha tambal ban juga ikut terdampak.
Bernadeta menuturkan, rumah dan lapak tersebut telah digunakan keluarganya untuk menjalankan usaha selama kurang lebih 20 tahun.
Selama itu, tempat tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga sekaligus melayani kebutuhan masyarakat sekitar.
Namun, kondisi berubah setelah aksi perusakan pada Senin siang. Bernadeta menyayangkan tindakan massa yang menurutnya dilakukan secara sepihak.
“Sudah sekitar 20 tahun kami berusaha di situ. Tiba-tiba datang orang banyak dan merusak,” ujarnya.
Beruntung, saat aksi terjadi, Fester tidak berada di lokasi. Anak laki-laki Fester yang sempat membuka usaha pada pagi hari juga telah meninggalkan tempat tersebut sebelum massa datang.
Dengan demikian, tidak ada anggota keluarga yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, keluarga korban mengaku belum mengetahui secara pasti motif di balik aksi perusakan tersebut.
Bernadeta berharap aparat kepolisian segera mengungkap penyebab kejadian, termasuk mengidentifikasi para pelaku serta pihak yang diduga menggerakkan massa.
“Kami berharap polisi bisa mengusut sampai tuntas. Kami juga ingin tahu apa sebenarnya alasan mereka merusak rumah dan tempat usaha kami,” kata Bernadeta.
Menurut dia, jika terdapat persoalan antara pihak-pihak tertentu, seharusnya persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur yang baik dan sesuai hukum, bukan dengan melakukan perusakan.
Keluarga korban kini berharap adanya kepastian hukum dan perlindungan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pasca-kejadian, situasi di sekitar Jalan Nusantara berangsur kondusif. Namun, peristiwa tersebut masih menyisakan ketegangan di tengah warga.
Motif penyerangan dan perusakan tersebut hingga kini masih dalam pendalaman aparat penegak hukum. (Nongki Finmeta)
Follow