Bajawa, seputar-ntt.com – Di pesisir utara Kabupaten Ngada, Flores, terbentang kawasan wisata bahari yang kerap disebut Taman Nasional 17 Pulau Riung. Gugusan pulau kecil dengan air laut berwarna biru kehijauan ini menyimpan kekayaan terumbu karang, burung, dan pantai pasir putih yang masih relatif sepi dari keramaian wisatawan.
Riung berada di Kecamatan Riung, sekitar tiga hingga empat jam perjalanan darat dari Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada. Akses menuju dermaga dapat ditempuh menggunakan kendaraan sewaan maupun angkutan umum, meskipun sebagian jalan masih berkelok dan menanjak. Kondisi ini justru membuat perjalanan menuju Riung terasa seperti bagian dari petualangan.
Dari dermaga Riung, perahu motor membawa wisatawan berkeliling sejumlah pulau dalam satu hari. Meski populer dengan sebutan 17 pulau, jumlah gugusan yang kerap dikunjungi tidak sebanyak itu. Salah satu pulau yang paling dikenal adalah Pulau Ontoloe, tempat ribuan kelelawar buah berukuran besar bergelantungan di pohon bakau saat matahari mulai tenggelam.
Pulau Rutong dikenal karena hamparan pasir putihnya yang landai dan air laut yang tenang, sehingga cocok untuk berenang dan snorkeling. Sementara di sekitar Pulau Kolong Sawah dan Pulau Sui, terumbu karang berwarna-warni masih terawat dengan ikan-ikan kecil yang berenang di antara celahnya. Snorkel dan fin dapat disewa di dermaga bersama perahu.
Bagi pendaki ringan, Pulau Pata atau Pulau Teman Kecil menawarkan bukit rendah dengan pemandangan panorama gugusan pulau dari atas. Treknya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit, namun jangan lupa membawa air minum dan pelindung kepala karena rimbun pohon jarang dijumpai di puncak.
Waktu terbaik mengunjungi Riung adalah musim kemarau, sekitar bulan April hingga November, ketika laut relatif tenang dan langit cerah. Pada musim hujan, angin dan gelombang di perairan utara Flores dapat meningkat sehingga sebagian nelayan memilih tidak melaut. Wisatawan dianjurkan mengecek kondisi cuaca sebelum berangkat.
Akomodasi di Riung masih sederhana, berupa penginapan warga dan rumah homestay dengan harga terjangkau. Makanan laut segar seperti ikan bakar dan cumi menjadi menu utama warung lokal. Interaksi dengan warga kampung nelayan di sekitar dermaga juga memberi kesan tersendiri bagi pengunjung yang ingin merasakan kehidupan pesisir Flores yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Kegiatan wisata di Riung sebagian besar dikelola oleh kelompok nelayan dan pemuda lokal, mulai dari penyewaan perahu hingga pemanduan snorkeling. Keterlibatan warga inilah yang membuat hasil ekonomi dari pariwisata langsung terasa di kampung-kampung sekitar dermaga. Wisatawan yang ingin tinggal lebih lama juga bisa meminta diantar ke lokasi penangkapan ikan atau ladang rumput laut milik warga.
Sebagai destinasi yang mengandalkan keindahan alam bawah laut, Riung menuntut tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestariannya. Wisatawan diminta tidak menyentuh atau menginjak terumbu karang, tidak membuang sampah ke laut, dan mengikuti arahan pemandu lokal. Dengan begitu, pesona 17 Pulau Riung dapat terus dinikmati oleh generasi berikutnya.(*)
Follow