Waingapu, seputar-ntt.com – Air Terjun Tanggedu di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, menyimpan pesona yang jarang dimiliki destinasi lain: deretan tebing ngarai berwarna merah yang menjulang di sekeliling aliran airnya, sehingga tempat ini kerap dijuluki sebagai “Grand Canyon-nya NTT”. Letaknya di Desa Napu, Kecamatan Kanatang, sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Waingapu, dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat selama sekitar satu jam perjalanan.
Tanggedu sebenarnya merupakan kawasan ngarai dengan sungai yang mengalir sepanjang tahun. Di sepanjang alirannya terdapat beberapa titik air terjun kecil dan kolam alami berwarna kehijauan kebiruan yang dikelilingi batuan cokelat kemerahan. Kombinasi warna tanah, air jernih, dan langit terbuka inilah yang membuat lanskapnya terasa dramatis, terutama saat matahari pagi menyinari dinding-dinding ngarai.
Untuk mencapai kolam utama, pengunjung harus berjalan kaki menuruni jalur setapak selama kurang lebih 15 hingga 30 menit dari area parkir. Jalurnya tergolong menantang karena berbatu dan licin saat musim hujan, sehingga alas kaki yang kuat dan air minum yang cukup menjadi bekal wajib. Warga setempat biasanya berada di sekitar pintu masuk dan bersedia menjadi pemandu bagi wisatawan yang baru pertama kali datang.
Musim terbaik mengunjungi Tanggedu adalah musim kemarau, sekitar bulan Mei hingga Oktober. Pada musim ini debit air lebih tenang, jalur turun relatif kering, dan warna merah tebing tampak paling tajam di bawah sinar matahari. Sebaliknya, saat musim hujan debit air dapat membesar dengan cepat dan arus di beberapa titik berbahaya untuk berenang.
Fasilitas di lokasi masih sederhana. Terdapat area parkir dan beberapa warung kecil milik warga yang menjual makanan ringan dan kelapa muda, namun belum ada penginapan di sekitar objek wisata. Karena itu sebagian besar wisatawan memilih menginap di Waingapu lalu berangkat pagi hari, sehingga bisa menikmati suasana ngarai sebelum siang dan kembali sebelum sore.
Bagi yang membawa kamera atau telepon genggam, Tanggedu menawarkan banyak sudut foto. Dinding ngarai yang berlapis, pantulan cahaya di permukaan kolam, serta pohon-pohon kecil yang tumbuh di sela batuan kerap menjadi objek favorit. Pengunjung disarankan datang pada pagi hingga menjelang tengah hari agar cahaya masuk ke dalam ngarai dengan sempurna.
Sebagai destinasi yang mulai dikenal, Tanggedu juga menjadi tambahan penghasilan bagi warga Kanatang, mulai dari jasa pemanduan, penjual makanan, hingga penyewaan ban berenang. Kunjungan yang ramah lingkungan dan tidak meninggalkan sampah menjadi cara paling sederhana menjaga kelestarian ngarai ini.
Dengan keindahan alamnya yang khas, Air Terjun Tanggedu layak masuk daftar perjalanan siapa pun yang ingin menjelajahi sisi lain Sumba. Bagi wisatawan yang telah melihat pantai-pantai pasir putih pulau itu, ngarai merah Tanggedu memberi pengalaman yang sepenuhnya berbeda.(*)
Follow