Ende, seputar-ntt.com – Pantai Koka di Desa Riangbrabo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, kembali masuk daftar tujuan favorit wisatawan yang menelusuri Pulau Flores bagian selatan. Pasir putihnya yang landai, air laut berwarna gradasi biru kehijauan, dan dua gombong atau bukit karang yang berdiri kokoh di sisi pantai menjadikan Koka berbeda dari pantai-pantai lain di Nusa Tenggara Timur.
Lokasinya berjarak sekitar 27 kilometer atau sekitar satu jam berkendara dari pusat Kota Ende. Perjalanan menempuh jalur trans Flores yang berkelok-kelok dengan pemandangan perbukitan dan kampung-kampung adat di sepanjang rute. Akses menuju bibir pantai kini sudah relatif mudah karena jalan setapak telah diperbaiki, meski pengunjung tetap disarankan berhati-hari saat musim hujan karena permukaan dapat licin.
Daya tarik utama Pantai Koka adalah gombong kembar, dua tebing karang yang menjadi ikon kawasan ini. Dari atas gombong, pengunjung dapat melihat garis pantai yang membentang melengkung dengan formasi pasir yang terbagi menjadi dua telukan, terpisah oleh bukit karang di tengahnya. Spot ini menjadi latar foto paling dicari oleh wisatawan, terutama saat matahari terbit dan senja ketika cahaya jatuh lembut di permukaan laut.
Bedanya dengan pantai lain, Koka memiliki pasir bertekstur lembut yang membentang luas saat air laut surut. Areal ini sering dimanfaatkan pengunjung untuk bermain voli pantai, berjalan santai, atau sekadar berjemur menikmati angin laut. Ketika pasang, sebagian area pasir tenggelam dan pantai tampak lebih kecil, sehingga waktu kunjungan terbaik adalah saat air sedang surut.
Bagi pecinta olahraga air, arus di kawasan ini tergolong cukup tenang di telukan bagian barat sehingga aman untuk berenang bagi yang sudah terbiasa dengan laut terbuka. Namun pengunjung tetap perlu waspada karena tidak ada penjaga pantai tetap. Penambatan perahu nelayan lokal di sisi timur juga menambah nuansa keseharian nelayan Ende yang bisa disaksikan sepanjang hari.
Fasilitas di sekitar pantai masih sederhana. Terdapat warung kecil milik warga yang menjual makanan ringan, kelapa muda, dan minuman, serta area parkir kendaraan roda dua dan roda empat yang dikelola desa. Pengunjung dikenakan tiket masuk terjangkau yang digunakan untuk pemeliharaan area wisata dan membantu perekonomian warga Riangbrabo.
Sejumlah warga setempat kini juga mulai menawarkan jasa penginapan sederhana dan homestay di sekitar pantai, sehingga wisatawan dapat menikmati suasana pagi dan malam di Koka tanpa harus bolak-balik ke Kota Ende. Wisatawan yang ingin lebih leluasa disarankan membawa bekal sendiri, termasuk air minum cadangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Pantai Koka meningkat berkat jejaring sosial. Meski demikian, pantai ini belum terlalu ramai dibanding destinasi utama NTT seperti Labuan Bajo atau Kelimutu, sehingga cocok bagi wisatawan yang mencari suasana tenang dan alam yang masih asri.
Bagi perencana perjalanan di Flores, Pantai Koka layak dimasukkan dalam itinerary sampingan setelah menyaksikan Danau Tiga Warna Kelimutu, yang lokasinya juga berada di wilayah Ende. Kombinasi wisata pegunungan dan pantai dalam satu hari perjalanan menjadi nilai tambah tersendiri.
Dengan keindahan alam yang masih terjaga dan dukungan masyarakat desa, Pantai Koka menjadi bukti lain bahwa Flores menyimpan pesona wisata yang terus menunggu untuk dieksplorasi lebih jauh.(*)
Follow