Melindungi Kulit dari Sinar UV Saat Musim Kemarau di NTT, Ini Caranya

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Musim kemarau di Nusa Tenggara Timur membuat paparan sinar matahari semakin intensif sepanjang hari. Tanpa perlindungan yang tepat, kulit rentan mengalami sunburn, iritasi, hingga penuaan dini.

Radiasi ultraviolet jenis A dan B dapat menembus lapisan kulit dan merusak sel-sel di dalamnya. Paparan berlebihan dalam jangka panjang bahkan meningkatkan risiko kanker kulit meskipun gejalanya baru muncul bertahun-tahun kemudian.

Cara paling sederhana melindungi kulit adalah membatasi aktivitas di luar ruangan pada puncak panas, yakni antara pukul sepuluh pagi hingga tiga sore. Bila terpaksa berada di luar, carilah tempat berteduh secara berkala.

Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 juga dianjurkan. Oleskan pada wajah, leher, tangan, dan area kulit lain yang tidak tertutup pakaian, lalu ulangi pemakaian setiap dua hingga tiga jam sekali terutama setelah berkeringat.

Pakaian pelindung turut berperan besar. Gunakan pakaian lengan panjang berwarna gelap dan berbahan rapat, topi bertepi lebar, serta kacamata hitam dengan proteksi UV untuk melindungi mata dan area sekitarnya.

Jangan lupakan asupan dari dalam. Minum air putih minimal delapan gelas per hari serta konsumsi buah dan sayur kaya antioksidan seperti pepaya, jambu biji, dan sayuran hijau membantu kulit memperbaiki diri dari kerusakan akibat sinar matahari.

Kulit yang terbakar matahari biasanya tampak kemerahan, terasa perih, dan hangat. Kompres dengan air dingin, oleskan pelembap ringan, dan hindari mengelupaskan kulit secara paksa agar tidak meninggalkan bekas.

Anak-anak dan lansia perlu perhatian ekstra karena kulit mereka lebih tipis dan sensitif. Pastikan mereka selalu memakai topi serta tidak bermain terlalu lama di bawah terik matahari langsung.

Pekerja lapangan seperti petani, nelayan, dan buruh angkut adalah kelompok yang paling rentan. Kebiasaan sederhana memakai penutup kepala dan lengan panjang terbukti menekan keluhan kulit akibat matahari.

Melindungi kulit dari matahari bukan soal penampilan semata, melainkan bagian dari menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan kebiasaan kecil yang konsisten, masyarakat NTT dapat tetap produktif di bawah terik matahari tanpa mengorbankan kesehatan kulit.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Prakiraan Cuaca NTT Jumat 9 Oktober 2026: Cerah Berawan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan cuaca NTT 9 Oktober 2026: Kupang cerah berawan tanpa hujan, suhu 14-34 Celsius, waspada angin kencang 32 km/jam di Sabu dan Waingapu.

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...