Menghubungkan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur tidak bisa lepas dari layanan kapal feri, mulai dari jalur Kupang–Ende, Kupang–Kalabahi, hingga Kupang–Waingapu. Bagi masyarakat yang rutin melintasi laut, perjalanan malam berjam-jam di atas kapal bukan hal baru. Meski demikian, keamanan dan kenyamanan tetap perlu dijaga dengan persiapan yang matang.
Pertama, pastikan tiket dibeli dari loket resmi atau kanal pemesanan resmi operator kapal. Beberapa pelabuhan seperti Pelabuhan Bolok di Kupang dan Pelabuhan Tenau kerap dipadati penumpang pada musim liburan atau menjelang hari besar. Membeli tiket jauh hari membuat calon penumpang terhindar dari antrean panjang sekaligus menghindari calo yang menjual tiket dengan harga lebih tinggi.
Kedua, datanglah lebih awal, minimal dua jam sebelum jadwal keberangkatan bagi penumpang yang membawa kendaraan. Proses penyeberangan kendaraan ke dalam dek kapal memakan waktu dan biasanya ditutup jauh sebelum kapal berlayar. Datang terlambat berarti risiko tertinggal, dan jadwal feri di NTT tidak selalu tersedia setiap hari sebagai pengganti.
Ketiga, cek cuaca dan status pelayaran sebelum berangkat. Gelombang tinggi di perairan Sawu dan selat antarpulau kerap terjadi, terutama pada musim angin kencang. Bila berlangganan informasi resmi, penumpang dapat memantau pengumuman penundaan maupun pembatalan keberangkatan lebih dulu sehingga rencana perjalanan bisa disesuaikan.
Keempat, siapkan bekal secukupnya. Perjalanan Kupang–Ende atau Kupang–Kalabahi bisa menghabiskan waktu belasan jam, dan fasilitas di atas kapal tidak selalu lengkap. Air minum, makanan ringan, obat pribadi, serta pakaian hangat akan sangat membantu, mengingat udara malam di atas laut terasa jauh lebih dingin.
Kelima, jaga barang berharga tetap berada di tas kecil yang dipakai di tubuh. Kabin ekonomi umumnya berisi puluhan penumpang dalam satu ruangan, sehingga tas yang ditinggal begitu saja rawan hilang. Dokumen penting seperti KTP dan tiket sebaiknya disimpan di tempat yang mudah dijangkau.
Keenam, bagi penumpang yang mudah mabuk laut, minum obat antimabuk sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum naik kapal jauh lebih efektif dibanding menunggu gejala muncul. Selama pelayaran, pilih tempat duduk di area tengah kapal yang goyangannya paling minim, kurangi menatap layar ponsel, dan cukupi waktu istirahat.
Terakhir, patuhi seluruh arahan awak kapal, mulai dari penggunaan pelampai yang tersedia hingga larangan berdiri di dek saat gelombang tinggi. Kedisiplinan penumpang menjadi bagian penting dari keselamatan pelayaran bersama. Perjalanan lintas pulau memang panjang, tetapi dengan persiapan yang tepat, setiap penyeberangan bisa berjalan aman hingga kapal bersandar di pelabuhan tujuan.(*)
Follow