Labuan Bajo, seputar-ntt.com – Desa Wisata Wae Lolos di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, perlahan menjelma menjadi salah satu desa wisata paling menjanjikan di Flores bagian barat. Berjarak sekitar 32 kilometer dari Labuan Bajo atau tempuh sekitar satu jam berkendara, desa ini menawarkan perpaduan lanskap hutan tropis, air terjun bertingkat, dan budaya Manggarai yang masih hidup dalam keseharian masyarakat.
Wae Lolos dijuluki sebagai desa seribu air terjun. Di balik julukan itu tersimpan rangkaian air terjun yang mengalir dari kawasan hutan Mbeliling, di antaranya Air Terjun Cunca Plias yang menjadi andalan desa. Trek menuju Cunca Plias melintasi empat titik air terjun dan berakhir di sebuah kolam alami yang berada di tepi bukit, oleh warga setempat disebut sebagai Kolam di Atas Awan karena letaknya yang tinggi dengan pemandangan perbukitan Flores di kejauhan.
Pengelolaan wisata di Wae Lolos dilakukan secara komunal oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) warga desa. Setiap rombongan pengunjung didampingi pemandu lokal yang telah mengikuti pelatihan, sehingga perjalanan tidak hanya aman tetapi juga kaya akan penjelasan tentang alam dan adat setempat. Sebagian besar biaya yang dikeluarkan wisatawan mengalir langsung ke kas desa dan masyarakat.
Desa ini telah terdaftar resmi sebagai desa wisata di platform Jadesta Kementerian Pariwisata. Dukungan pembangunan dari berbagai pihak, termasuk lembaga perbankan dan organisasi lingkungan, telah menambah fasilitas dasar seperti pos pendaftaran dan toilet di area destinasi, yang beberapa tahun lalu belum tersedia.
Waktu terbaik berkunjung ke Wae Lolos adalah musim kemarau antara bulan Maret hingga Oktober. Jalur trek yang relatif pendek namun menurun saat masuk membuat destinasi ini cocok untuk berbagai kalangan, meski pengunjung tetap disarankan memakai alas kaki yang nyaman dan membawa air minum yang cukup.
Selama di desa, wisatawan juga dapat menyaksikan tradisi masyarakat Manggarai, mulai dari pola pertanian di lahan miring, kerajinan tenun, hingga upacara adat yang masih dirawat. Kombinasi antara perjalanan alam dan pengalaman budaya inilah yang membedakan Wae Lolos dari destinasi alam lain di sekitar Labuan Bajo yang umumnya menonjolkan laut.
Kehadiran desa wisata seperti Wae Lolos memberi pelajaran penting bagi pariwisata NTT. Ketika pengelolaan diserahkan kepada masyarakat dan daya tarik utamanya adalah kekayaan alam serta budaya yang autentik, manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar di kota, tetapi juga mengalir sampai ke kampung-kampung di pedalaman.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sisi lain Flores selain Taman Nasional Komodo, Desa Wisata Wae Lolos dan kolamnya di atas awan layak masuk daftar perjalanan. Satu hari di desa ini cukup untuk merasakan kesejukan hutan, gemuruh air terjun, dan keramahan masyarakat Manggarai.
Follow