Labuan Bajo, seputar-ntt.com – Titik penyelaman karang Makassar di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, menjadi salah satu lokasi andalan wisatawan yang ingin bertemu satwa laut paling ikonik perairan Nusa Tenggara Timur: ikan manta (manta ray).
Karang Makassar, yang kerap disebut Manta Point, merupakan area perairan dangkal berbatu di Selat Komodo. Lokasi ini dikenal sebagai tempat pembersihan (cleaning station) bagi ikan manta biru dan manta karang. Ikan-ikan kecil pembersih memakan parasit pada tubuh manta, sehingga hewan raksasa itu kerap muncul berulang kali di titik yang sama.
Penyelam dan pengunjung snorkeling paling sering menjumpai manta pada pagi hari, ketika arus masih relatif tenang dan plankton sebagai sumber makanan manta berkumpul di permukaan. Karang Makassar sendiri berkedalaman sekitar lima hingga sepuluh meter, sehingga dapat dinikmati penyelam pemula maupun snorkeler dengan pengawanan pemandu.
Kehadiran manta bukan jaminan mutlak. Petugas taman nasional dan operator kapal biasanya mengingatkan bahwa satwa ini bergerak mengikuti kondisi alam. Namun pada hari-hari dengan kondisi laut baik, satu hingga lima ekor manta dapat terlihat pada waktu yang hampir bersamaan, meluncur anggun di dekat perairan dangkal.
Untuk menjaga kelestarian habitat, pengelola taman nasional memberlakukan sejumlah aturan. Wisatawan dilarang menyentuh atau mengejar manta, wajib menjaga jarak minimal beberapa meter, serta tidak boleh menggunakan kaki katak di permukaan air saat hewan mendekat. Aturan serupa berlaku bagi kapal wisata agar jangkar tidak merusak dasar perairan.
Perjalanan ke Karang Makassar umumnya ditempuh sekitar satu jam dengan kapal cepat dari Pelabuhan Labuan Bajo. Sebagian besar operator menawarkan paket satu hari yang menggabungkan lokasi ini dengan destinasi lain di taman nasional, seperti Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pink Beach.
Wisatawan disarankan memesan perjalanan melalui operator resmi berizin, membawa pakaian renang, pelindung matahari ramah terumbu karang, serta jas hujan ringan mengingat cuaca di selat bisa berubah cepat. Musim kunjungan yang nyaman umumnya berada pada April hingga Juni, meskipun aktivitas menyelam berlangsung sepanjang tahun.
Kehadiran ikan manta di perairan Manggarai Barat bukan sekadar daya tarik wisata. Hewan ini menjadi indikator kesehatan ekosistem laut dan tumpuan penghidupan masyarakat pesisir dari sektor ekonomi pariwisata, sehingga upaya menjaga laut berarti pula menjaga masa depan destinasi andalan Flores itu.(*)
Follow