Dewan Kota Panggil PLN Terkait Pemadaman Listrik

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Pemadaman listrik yang dilakukan oleh pihak PLN akhir-akhir ini membuat DPRD Kota Kupang berang. Pasalnya, berbagi pengeluhan disampikan oleh warga kepada mereka terkait pemadaman yang mencapai 5-12 jam sekali padam. Untuk itu DPRD akan segera memanggil pihak PLN untuk didengarkan penjelasan kenapa pemadaman yang dilakukan tidak dipublikasi.

“Kita akan panggil PLN, ini pemadaman sudah diluar batas kewajaran. PLN tidak boleh membuat resah masyarakat dan jangan seenaknya memperlakukan pelanggan seperti itu,” tegas Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe kepada wartawan  di gedung Dewan Kota, Kamis (26/2/2015).

Karena itu, kata Loudoe, ia akan meminta pimpinan Komisi III yang membidangi persoalan tersebut untuk mengagendakan rapat dengar pendapat dengan menghadirkan manajemen PLN. Masyarakat, lanjutnya, sudah membayar listrik dan membeli pulsa listrik, tetapi pelayanan pasokan listrik dari PLN tidak maksimal. “Pelayanan seperti apa ini. Sudah padam hampir tiap hari, tanpa pemberitahuan pula,” tohoknya.

Wakil Ketua Komisi III Hery Kadja Dahi mengatakan, menyikapi pemadaman listrik yang kian marak belakangan ini, maka Komisi III akan segera menyikapi dengan menggelar rapat dengar pendapat. Komisi III akan meminta pimpinan Dewan mengeluarkan surat undangan kepada pimpinan PLN untuk hadir dalam rapat dengar pendapat yang direncanakan dilaksanakan pada Senin (2/3/2015).

Pemadaman listrik yang sering terjadi, katanya, akan berisiko tinggi bagi masuyaakat. Pencurian akan marak terjadi saat pemadaman dan yang rugi adalah masyarakat.

Anggota Komisi III Djainudin Lone mengatakan, PLN itu ibarat penjahat berdasi. Manajemennya hanya menyusahkan rakyat. “Kalau rakyat sebagai pelanggan tidak bayar listrik langsung diputuskan, tapi kalau padam begini tidak ada kompensasi apa pun dari mereka kepada rakyat, alat elektronik rusak juga tidak ada ganti rugi. Ini tipe penjahat berdasi,” tegasnya.

Mery Salouw, anggota Komisi III lainnya mengatakan, pemadaman listrik harusnya diumumkan, sehingga ada persiapan dari pelanggan mengantisipasi pemadaman. Jika tidak, saat padam tiba-tiba pelanggan kelabakan. Akhirnya hanya menggunakan lilin. Akhirnya, sebabkan kebakaran. Ia minta PLN untuk membenahi manajemen pelayanan, agar ke depan hal seperti ini tak lagi terjadi.(riflan hayon)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...