Kota Kupang Jadi Kota Pusaka Indonesia

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Kota Kupang ditetapkan sebagai Kota pusaka dan masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Untuk itu Kota kupang akan membenahi beberapa ikon Kota Kupang yang menunjukkan sebagai sebuah kota pusaka.

“Ada 11 Kota yang telah ditetapkan sebagai Kota pusaka dan Kota Kupang termasuk didalamnya,” kata Walikota Kupang, Jonas Salean kepada wartawan di Balaikota, Kamis (23/4/2015).

Jonas menjelaskan, Pemkot sudah membuat sejumlah proposal ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif, Kementerian PU untuk mendukung penanganan masalah sarana-prasarana. Namun, hingga kini proposal yang diajukan belum ada jawaban. “Nanti kita cek kembali karena kita sudah di tetapkan masuk nomor urut 11 Jaringan Kota Pusaka Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan, jika Pemerintah Pusat tak merespons proposal yang diajukan, maka Pemkot akan berupaya memperjuangkan alokasi dari APBD Kota. Menurutnya, untuk penataan dari Kelapa Lima sampai Sasando untuk menunjang kota pusaka, penataan sarananya tak sampai Rp 50 juta.

Salean mengatakan, ada sejumlah aset-aset andalan di Kota Kupang yang dapat mendukung keberadaan kota pusaka, di antaranya Tugu Jam di Bundaran PU yang merupakan jam pertama. Tugu Strat A dan tugu Komodo di Oeba, akan menjadi catatan sejarah dan budaya di Kota Kupang.

Selain itu, Tugu Kalpataru di Oeba, Patung Sonbai di depan Gereja Katedral, burung merpati di ujung Jalan Frans Seda dan beberapa tugu lainnya yang menjadi ikon utama pendukung JKPI. “Tugu-tugu dan sejumlah situs di Kota Kupang itu akan kita perhatikan sebagai penyokong JKPI,” katanya.

Dia mengaku , sejumlah situs dan tugu di Kota Kupang juga menjadi daya tarik tersendiri dalam mendukung kunjungan wisatawan. Wisatawan dalam negeri sudah banyak yang berkunjung menikmati situs dan tugu-tugu yang ada di Kota Kupang. Dengan meningkatnya tingkat kunjungan, tentu saja mendukung peningkatan hunian hotel yang pada gilirannya mendukung peningkatan pajak hotel dan restoran.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Melkianus Balle yang dikonfirmasi soal hal ini mengaku, DPRD Kota kuapng sangat mendukung penunjukan Kota Kupang sebagai salah satu kota pusaka. Dengan masuk kategori kota pusaka, maka Pemkot harus memperhatikan semua peninggalan-peninggalan berupa situs dan tugu yang ada di Kota Kupang.

“Tugu yang mulai rusak hendaknya diperbaiki dan dirawat dengan baik, untuk mendukung dan menarik minat pengunjung. Pemerintah juga harus bekerja sama dengan budayawan dan orang-orang yang paham sejarah, agar dapat membuat catatan sejarah menyangkut situs dan tugu yang jadi andalam mendukung Kota Kupang sebagai kota pusaka.(riflan hayon)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...