Penyebaran HIV/AIDS di Manggarai Mengalami Peningkatan

Date:

Share:

Ruteng, seputar-ntt.com – Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Manggarai mengatakan, penyebaran virus mematikan ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Penyebaran terjadi disetiap kecamatan, profesi dan berbagai golongan umur.

“Pada 2008 hanya 1 kasus, pada tahun 2009 naik menjadi  5 kasus, 2010 naik jadi 15 kasus, 2011 naik 16 kasus dan tahun 2015 menjadi 19 kasus. Tahun 2016 terjadi penurunan sebanyak 10 kasus. Dari 2008 hingga bulan Maret 2016 sejumlah 121 kasus,” kata Boni Mardianus, dari KPA Manggarai, Selasa, (21/6/2016).

Dia menjelaskan, dari jumlah tersebut penyebaran tertinggi terjadi di Kecamatan Langkerembong dengan jumlah 36,36 persen diikuti kecamatan Ruteng 16,53 persen, kecamatan Cibal 15,70 persen, kecamatan Satarmese Barat 8,26 persen, Kecamatan Wae Ri,i 6,61 persen, Kecamatan Reok 4,96 persen, Kecamatan Satarmese, 5,79 persen, Kecamatan Lelak 3,31 persen dan Kecamatan Rahong Utara 2,48 persen.

“Berdasarkan jenis kelamin kasus terbanyak pengidap HIV/AIDS terjadi pada laki-laki sebanyak 69 kasus atau 57,02 persen sementara pengidap berjenis kelamin perempuan berjumlah 52 kasus atau 42 persen,” kata Boni.

Dia merincikan, Ibu Rumah Tangga (IRT)  yang tertular HIV/AIDS terdapat 39 kasus, 37 kasus terjadi pada eks perantau (buruh migran), sementara kalangan swasta terdiri dari 16 kasus. “Ada juga sopir dengan jumlah 9 kasus, petani 9 kasus. Virus ini juga menyebar pada orang yang berprofesi sebagai PNS, TNI dan Polri,” ungkapnya.

Jika dipilah berdasarkan kelompok usia, jelas Boni, yang terbanyak adalah usia 21-30tahun sejumlah 54 kasus, usia 31-40 tahun 51 kasus,  usia 11-20 3 kasus dan usia dibawah 10 tahun satu kasus.
Berdasarkan faktor resiko, kasus terbanyak terjadi pada kelompok heteroseksual sebanyak 78 kasus (64,46%), pasangan HIV positif 36 kasus (29,79%) pengguna Napza, 21 kasus, MTCT 5 kasus dan homoseksual1 kasus.

“Dari jumlah kasus tersebut yang telah meninggal dunia sebanyak 37 orang dengan rincian kasus HIV sebanyak 5 orang dan 39 orang penderita AIDS,” urainya. (kons hona)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...