Airi 200 Hektar Sawah, Rehab Embung Haekrit Diharapkan Selesai Tepat Waktu

Date:

Share:

 

Atambua, seputar-ntt.com – Airi 200 hektar lahan sawah, pekerjaan rehabilitasi Embung Haekrit di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu diharapkan bisa selesai tepat waktu. Pasalnya lahan sawah yang selama ini memanfaatkan air embung Haekrit terpaksa tidak bisa menanam tahun 2019 karna embung sementara direhabilitasi.

Tim laeder pengawas Embung Haekrit, Alex, kepada awak media mengaku, progres pekerjaan proyek rehabilitasi embung Haekrit di Desa Manleten Tasifeto Timur, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 45,87 persen sejak dikerjakan pada Agustus 2019 lalu.

“Saat ini protes pekerjaan sudah 48 persen. Kami melakukan pengerukan terhadap sedimen yang menyebabkan terjadinya pendangkalan pada embun. Dengan pengerukan ini maka daya tampung embun akan bertambah,” jelas Alex, saat diwawancarai di lokasi embun Hektor pada Selasa, (15/10/2019).
Dalam proyek rehabilitasi ini, menurut dia, pihaknya akan melakukan pengerukan sedimen sebanyak 180 ribu kubik, sehingga volume air akan bertambah. “Mungkin ada petani yang selama ini tidak terairi air. Dengan bertambahnya volume ini bisa teratasi,” katanya.

Dalam melaksanakan proyek ini, ujar dia, untuk sementara pintu air ke lahan pertanian warga ditutup selama setahun. “Kami sudah sosialisasikan ke petani, dan tidak ada komplain,” katanya.

Melihat progres pekerjaan yang telah mencapai 45,87 persen, maka diyakini pekerjaan pengerukan sedimen akan selesai pada bulan ini. “Kami targetkan bulan ini pengerukan sedimen sudah selesai dikerjakan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Proyek, Meni Nubatonis bahwa pihaknya menargetkan pekerjaan pengerukan sedimen akan selesai bulan ini. “Kami target selesai bulan ini, sebelum musim penghujan,” katanya.

Dia berharap peningkatan volume pada embung ini bisa meningkatkan hasil panen petani dari sekali menjadi dua hingga tiga kali setahun. “Sesuai kontrak, proyek ini berakhir pada April 2020,” katanya.

Untuk diketahui proyek rehabilitasi Embung Haekrit ini menelan biaya sebesar Rp9,1 miliar lebih dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 19 kilometer (km) persegi dan panjang tanggul 220 meter, tinggi tanggul 16,50 meter dengan daya tampung 2,6 juta meter kubik dan luas genangan mencapai 62 ha. Embung ini bisa melayani 200 hektare (Ha) lahan pertanian dan air baku 30 liter per detik. (joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...