Amon Djobo Buka Seminar Perjalanan Al-Qur’an Tua di Bumi Persaudaraan

Date:

Share:

Kalabahi, seputar-ntt.com – Bupati Alor, Drs. Amon Djobo membuka acara seminar terbatas draf buku perjalanan Al-Qur’an Tua di bumi persaudaraan, “Expedisi Dakwah Kesultanan Ternate di Kabupaten Alor
Kerjasama Kementerian Agama (Kemenag) Alor, Pemerintah Daerah (Pemda) dan STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Kamis, (25/2/2021) pagi.

Bupati Amon dalam sambutannya mengatakan, perjalanan Al-Qur’an Tua mempunyai makna dan sejarah yang luar biasa, bukan menonjolkan kredibilitas orang per orang atau tokoh.

“Ini memberikan kita penguatan, inti sari nilai keagamaan yang tercantum didalam Qur’an sekaligus sejarah mengapa kita suci yang ditulis di kulit kayu ini bisa berada di Alor,” ujarnya.

Menurut penilaiannya sebagai seorang non muslim, draft buku perjalanan Al-Qur’an Tua ini sudah cukup baik, tetapi bagi yang muslim tentu punya pandangan yang berbeda.

“Untuk itu saya harap bisa didiskusikan dengan baik sehingga buku nya bisa segera dicetak tanpa ada yang keberatan. Dengan buku ini juga dapat memberikan pengetahuan kepada setiap generasi maupun para tamu yang berkunjung,” ujar Bupati dua periode ini.

Djobo kembali menegaskan, buku ini juga harus memberikan inspirasi bagi anak muda antar agama sehingga dalam dirinya terpatri rasa persaudaraan.

“Ini juga merupakan langkah awal dalam berbicara, bertindak dan berbuat. Kejujuran rohani, kejujuran bersahabat dan kejujuran intelektual harus diletakkan di buku ini,” tandas Amon Djobo.

Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Alor, Drs. Muhammad Marhaban mengatakan, sudah seyogiyanya pihaknya ikut memberikan sumbangsih bagi pembangunan Kabupaten Alor, salah satunya ikut menyukseskan program Alor Pintar.

“Selama ini perkembangan dakwah Islamiyah di Alor hanya didengar melaui cerita-cerita lewat para penutur secara turun temurun dari nenek moyang orang Alor hingga kita yang hidup di zaman kekinian. Namun budaya tulis belum begitu masif bagi masyarakat Alor meskipun itu adalah kaum akademisi, untuk itulah agar tidak hanya sekedar cerita maka dinarasikan/dianalisis dalam nuansa akademik berbentuk buku sehingga dapat dibaca banyak orang,” kata Marhaban.

Sebagai langkah awal, lanjutnya, tentu banyak kekurangan sehingga kritik, saran dan masukan dari berbagai pihak terutama sangat diharapkan bagi kualitas buku yang akan diterbitkan dan dikonsumsi pembaca, terutama kalangan publik Alor khususnya Umat Islam di Kabupaten Alor Bumi persaudaraan Surga di Timur Matahari.

“Selama proses penulisan buku ini mendapat tantangan yang tidak sedikit, problem benturan antar versi sejarah, problem pendanaan project penulisan, kesibukan para inisiator, narasumber dan penulis membuat sedikit tersendat. Kendati tantangan demikian tidak menyurutkan niat suci, semangat dan ikhtiar kami untuk menyukseskan agenda penulisan buku ini. Benar apa yang kami yakini akhirnya berbuah manis dengan akan diterbitkannya buku ini sebagai satu kajian akademik yang bisa dinikmati publik untuk kepentingan pengetahuan, spiritual dan kearifan lokal serta kepentingan pembangunan di bidang Agama, budaya, pariwisata dan ekonomi,” sambung Kepala Kemenag Alor.

Marhaban mengungkakan, hadirnya buku ini memberikan satu perspektif bagaimana Islam Rahmatanlillaalamiin itu hadir di Bumi Alor dengan cara-cara damai sehingga mampu diterima dengan baik oleh penduduk lokal Alor saat itu.

“Selain itu agar umat Agama lain juga dapat memahami Agama Islam sebagai sesama bersaudara yang hidup di atas bumi Alor yang sama. Pemahaman antar sesama kondisi internal agama sangat penting sehingga dapat menentukan sikap kita yang proporsional saat berinteraksi dengan komunitas agama lain. Saat sesama umat beragama saling memahami minimal lewat pengetahuan maka tentu rasa saling menghargai semakin kuat dan kedamaian hidup tetap lestari di Alor,” tegas Muhammad Marhaban.
[25/2 19:45] Pepenk Alor: Diakhir sambutannya, Kepala Kemenag juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati AIor yang telah memberi judul buku, Ketua DPRD Alor, Enny Anggrek, Ketua MUI Alor, H. Abdul Kadir Kawali, A.Md, Mantan Ketua Sinode GMIT periode 2007-2011 dan Dosen Pendidikan Teologi FKIP UKAW Kupang, Pdt. DR. Ebenheizer I. Nuba Timo, MA,
dua penulis muda Alor, Rahmad Nasir, M.Pd dan Abdullah Rahman Saleh, S.S., M.Pd dan juga para nara sumber.

“Kita doakan semoga Allah memberkahi mereka, selalu menjaga niat dan mengedepankan semangat ukhwah lslamiyah, orientasi dakwah dan para akademisi ini agar terus konsisten mendakwahkan narasi-narasi konstruktif mereka tentang Islam Rahmatan Lillalamin di Kabupaten Alor,” tutup Kepala Kemenag Alor, Drs. Muhammad Marhaban. (*Pepenk).

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...