Bawaslu Alor Sebut Kasus Netralitas ASN di Pemilu Menempati Urutan Pertama

Date:

Share:

Kalabahi, seputar-ntt.com – Setelah dilakukan mitigasi dan pemetaan kerawanan pemilu, Plt. Ketua Bawaslu Alor, Therlince Loisa Mau menyebut, kasus netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) masih tinggi dan menempati urutan pertama.

“Pengalaman kita di Pemilu 2019, pemerintah sebagai pengambil kebijakan tidak cukup netral. Selain itu ada tokoh agama dan rumah ibadat dimanfaatkan untuk tempat sosialisasi,” ujar Loisa pada acara media gathering siaga pengawasan tiga bulan jelang pemilu, Selasa, 21/11/2023 petang.

Menurutnya, selain netralitas ASN, tokoh agama, dan rumah ibadat yang masiih menjadi kontroversi adalah calon anggota legislatif yang merupakan tenaga pendamping desa.

“Yang jadi tensi sekarang adalah pendamping desa. Mereka ini calon tetapi belum mengundurkan diri, dan ini masih menjadi kontroversi,” kata Plt. Ketua Bawaslu Alor.

Untuk itu Therlince menekankan, dengan dua tugas tersebut, yang bersangkutan perlu memposisikan diri untuk tidak berkampanye dengan memanfaatkan jabatan dan pekerjaan sebagai media promosi.

“Mereka harus mandiri, bebas dari profesi,saat berkampanye,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Ince sapaan akrab Therlince, dari pemetaan ini juga ditemukan masih tingginya politik identitas di Kabupaten Alor, dimana masyarakat hanya memilih calon berdasarkan suku.

Atas fenomena ini, kata Loisa, pihak Bawaslu Alor sudah mulai mengkaji, dan melakukan pemetaan bagaimana memitigasi kerawanan pemilu tersebut.

“Berkaca dari pengalaman 2019, Bawaslu Alor menemukan solusi yang nantinya akan diterapkan,”ujarnya.

Dikesempatan ini ia juga menyebut, hingga saat ini peserta Politik di Alor cukup taat karena dalam pengawasan Bawaslu Alor sendiri belum ada sengketa pemilu.

“Baru ada dua temuan yakni pelanggaran kode etik oleh Pengawas Kecamatan/Desa (PKD) di Kelurahan Kalabahi Tengah dan sanksinya diberhentikan, serta penganiayaan PKD di Desa Pantai Deere, Kecamatan Kabola tetapi itu masuk tindak pidana murni,” ungkap Ince.

Mewakili Bawaslu Kabupaten Alor, dirinya berharap, dengan media gathering bersama jurnalis dapat meminimalisir potensi kerawanan pemilu di Kabupaten Alor.

“Berbagai catatan penting dari pertemuan ini akan kami diskusikan bersama untuk ditindaklanjuti sebab kami meyakini, bersama media sebagai pihak yang netral bisa memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” pungkas Therlince Loisa Mau. (Pepenk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...