Tambolaka, seputar-ntt.com – Dalam safari politiknya di Pulau Sumba, Calon Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bertemu dengan sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Kamis (4/1/2018). Saat bertemu para pemuda di Resto Ro’o Luwa dan para Tokoh Agama di Rumah Pemenangan Victory-Joss, Viktor Laiskodat bercerita tentang kisah hidupnya.
“Kalau bicara soal perjalanan hidup, saya juga sama dengan pak MDT yang berasal dari keluarga yang susah. Kerasnya kehidupan di Jakarta menjadi awal kisah hidup saya. Saya bahkan pernah merasakan hidup dalam penjara pada 22 tahun silam karena perkelahiandan. Saat di penejara itulah saya belajar tentang hakikinya kehidupan,” kata Viktor yang berpasangan dengan Josef Nae Soi di Pilgub NTT.
Viktor mengatakan hal yang paling penting dalam hidup selain nyawa adalah kebebasan. Jika kebebasan dirampas maka hidup sesorang tak ada arti lagi. Dari pengalamannya dimana pernah hidup dalam kebebasan yang dirampas, Viktor mengaku tidak mau berpangku tangan dan meratapi nasib. Dia justru memacu diri untuk lebih baik dengan tidak berhenti belajar sehingga dia sampai pada tahapan saat ini.
“Saya minta kepada anak-anak muda untuk tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri. Anak muda harus bangkit dari keterbatasan diri untuk selanjutnya berjuang memperoleh hidup yang lebih baik. Nelson Mandela tidak pernah putus asa. Dia tetap berjuang walaupun dalam penjara dan setelah dia keluar dia menjafi seorang presiden” kata Viktor.
Dia memberi contoh tentang kehidupan burung rajawali yang bisa terbang tinggi setelah melewati badai. “Hanya rajawali yang pernah menderita ketika bulu-bulunya rontok, kukunya yang tajam rontok. Dia melewati penderitaan yang luar biasa. Setelah itu dia tumbuh bulu dan kuku baru dan rajawali itu akan mampu menghadapi badai sedasyat apapun,”pungkas Viktor.
Selain membeberkan mimpinya untuk membangun NTT, Viktor juga memohon doa dari para tokoh agama. Dia mengatakan, tokoh agama memiliki peran yang strategis dalam membangun masyarakat. Seorang pemimpin harus bergandengan tangan dengan semua tokoh agama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Seorang pemimpin tifak akan berhasil tanpa ditopang oleh doa dari para pemimpin agama. Untuk itu seorang pemimpin harus bergandengam tangam dengan para pemimpin agama dalam mewujudkan kesejahteraan bagi semua masyarakat. Saya juga memohon doa dalam perjuangan ini,” pungkas Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini.
Kehadiran Viktor Laiskodat di Pulau Sumba untuk melakukan safati politik dalam menghadapi Pilgub NTT. Viktor akan hadir dalam Deklarasi Paket Victory-Joss di lapangan Galatama Tambolaka pada Jumat (5/1/2018) dan Deklarasi di Sumba Timur pada Sabtu (6/1/2018). (joey rihi ga)
Follow