Deklarasi di Belu, Victory-Joss Bicara Soal Kriteria Pemimpin

Date:

Share:

Atambua, seputar-ntt.com – Seseorang harus memiliki dan memenuhi beberapa kriteria jika ingin menjadi pemimpin. Dengan kriteria itulah seorang pemimpin mampu membawa kesejahteraan untuk masyarakat dan kemajuan bagi sebuah daerah.

“Seorang pemimpin harus memiliki kriteria-kriteria yang akan membawa sebuah perubahan dan kemakmuran,” ungkap Calon Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Calon Wakil Gubernur, Josef Nae Soi saat menyampaikan orasi politiknya di acara Deklarasi Paket Victory-Joss di Lapangan Simpang Lima, Atambua, Kabupaten Belu.

Viktor menguraikan, kriteria pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah memiliki kekuatan spiritual. “Pemimpin harus kuat terhadap berbagai godaan dan dia harus membentengi diri dengan kekuatan spriritual yang tinggi. Tanpa itu, pemimpin akan mudah tergoda dan jatuh dalam berbagai cobaan,” kata Viktor.

Dia memberi perumpamaan tentang kehidupan  burung Rajawali yang mampu keluar dari dalam badai. Burung Rajawali yang kuat kata Viktor adalah Rajawali yang telah melewati kesengsaraan yang amat menyakitkan sebelum mampu melewati badai sehebat apapun.

“Burung Rajawali harus tinggal ditempat yang paling tinggi dan disana ia akan kehilangan bulu-bulunya. Paruh dan kukunya akan rontok dan ia harus melewati kesakitan yang luar biasa. Setelah itu, bulu-bulunya yang baru akan tumbuh, kukunya yang tajam akan tumbuh dan paruhnya yang kokoh akan tumbuh. Setelah melewati ini semua, Rajawali akan mampu menghadapi badai sehebat apapun,” kata Viktor.

Kriteria kedua bagi seorang pemimpin ungkap Viktor Laiskodat adalah harus cerdas. Tanpa kecerdasan yang cukup maka mustahil seorang pemimpin mampu membawa sebuah perubahan. ” Pemimpin itu adalah tempat berkeluh kesah jutaan rakyat dengan berbagai persoalannya. Jika pemimpin tidak cerdas maka mimpi masyarakat untuk sebuah perubahan hanyalah mimpi belaka,” ujar Viktor.

Viktor Laiskodat melanjutkan, kriteria ketiga bagi seorang pemimpin harus sehat secara rohani dan jasmani. Dengan kondisi wilayah NTT yang luas dan terdiri dari kepulauan, membutuhkan seorang pemimpin yang kuat secara jasmani. “Kalau pemimpinnya tidak sehat bagaimana dia bisa masuk keluar desa untuk melihat kondisi masyarakat,” tambah Viktor.

Kriteria yang keempat jelas Viktor adalah seorang pemimpin harus bisa dipercaya dan memiliki koneksi yang luas. Seorang pemimpin harus dipercaya tidak saja oleh rakyat yang memberi legitimasi saat Pilgub tapi juga kepercayaan dari Pemerintah pusat maupun para investor. Pemimpin juga harus memiliki koneksi yang kuat secara nasional maupun internasional sehingga mampu mendatangkan unvestor dalam membangun NTT.

“Jika seorang pemimpin tidak dipercaya maka bagimana dia bisa mendatangkan anggaran bagi daerah yang sudah sulit ini. Dan kalau pemimpin tidak punya koneksi maka jangan berharap mampu melakukan percepatan pembangunan. Untuk itu, saya menunggu bapak ibu di Belu apakah memberi kepercayaan pada saya dan pak Josef pada tanggal 27 Juni nanti untuk memimpun daerah ini,” tutup Viktor.

Sementara Josef Nae Soi dalam orasinya mengatakan, dia dan Viktor Laiskodat datang ke NTT tidak lagi mencari jabatan maupun kedudukan tapi semata-mata untuk mengabdi bagi rakyat NTT yang mereka cintai. “Kami ada jabatan di pusat dan kami datang ke NTT untuk mengabdi bagi rakyat. Jika rakyat memberi legitimasi maka apapun akan kami korbankan bagi kemajuan dan martabat daerah ini,” ungkap Nae Soi.

Dia mengambil kisah dari Injil dimana Tuhan Yesus ketika mengusir Setan di Kapernaum. “Kenapa Yesus mampu mengusir setan karena Yesus memiliki kuasa. Untuk itu kami datang untuk meminta kuasa kepada rakyat supaya kami bisa mengusir setan yang ada di NTT. Setan-setan itu adalah setan kemiskinan, setan kebodohan dan setan-setan lainnya yang telah hidup sekian lama di NTT sehingga daerah ini tetap tertinggal,” pungkas Nae Soi. (joey rihi ga).

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...