Menia, seputar-ntt.com – Menghadapi Pemilukada sabu Raijua yang akan dihelat pada tanggal 9 Desember mendatang, Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome, sebagai pembina politik sekaligus petahana yang juga akan bertarung, menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan momentum politik sebaik mungkin dengan cara mendengarkan apa saja program pembangunan di Sabu Raijua yang dijanjikan oleh masing – masing kandidat yang saat ini sedang mencari simpatik dari masyarakat, agar harapan untuk bisa mendapatkan pemimpin yang berkualitas dapat tercapai.
Menurutnya, sebelum menentukan pilihan, masyarakat harus menyaring secara benar serta paham akan program yang dilontarkan atau dijanjikan oleh seorang calon pemimpin. Apakah janji – janji tersebut teralu berlebihan atau tidak, serta apakah janji – janji tersebut dapat direalisasikan ketika ia memimpin atau tidak. sehingga tidak salah ketika menentukan pilihan karena akan berdampak pada pembangunan Sabu Raijua lima tahun kedepan.
Dia mencontohkan, misalnya jika ada seorang calon pemimpin datang lalu menjanjikan bahwa akan menggratiskan Beras Miskin (Raskin), lalu menggratiskan pajak serta menggratiskan ongkos trasnportasi laut atau kapal, maka dapat dipastikan itu merupakan program taman khayal atau sama dengan masyarakat sedang dininabobokan dengan diceritai dongeng oleh seorang calon pemimpin.
“Hal itu mustahil dapat dilakukan di Sabu Raijua sebab negara seperti Amerika saja yang sudah begitu kaya dan merupakan negara adikuasa, belum bisa menggratiskan pajak bagi warganya. Apabila pajak ditiadakan, maka sudah tentu tidak dapat juga menggratiskan raskin atau yang lainnya,” tegas Marthen, Kamis, (22/10/2015) di Menia.
Dia mengatakan, Raskin merupakan program pemerintah pusat sehingga jika program tersebut dilanjutkan maka daerah akan melanjutkannya namun jika program tersebut ditiadakan oleh pemerintah pusat maka kewajiban pemimpin dalam sebuah daerah adalah bagaimana mengantisipasinya dengan – cara – cara yang cerdas seperti salah satunya yang dapat dilakukan di sabu raijua yaitu menyiapkan potensi yang ada untuk pembangunan embung – embung, lalu mendorong masyarakat untuk menanam agar tercapainya swasembada pangan.
Dia menambahkan, hal lain yang dapat dilakukan di sabu raijua yang bukan merupakan program taman khayal yaitu bagaimana membangun perekonomian masyarakat sabu raijua dengan cara menyiapkan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin, seperti perluasan tambak garam yang dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga akhirnya tidak ada lagi orang yang mengangur di sabu raijua.
Sementara itu kepada rekan – rekannya yang juga turut bertarung memperebutkan kursi nomor satu di sabu raijua, dia menghimbau agar menjual program – program yang berkwalitas dan bukannya justru membodohi masyarakat dengan menjual program yang mustahil dapat dilakukan di sabu raijua.
“Bagi kita yang mau berkompetisi di sabu raijua, saya rasa sudahlah rasa berdosalah kalau kita tipu masyarakat kita gitu loh. apalagi dengan cara fitnah karena fitnah lebih kejam dari membunuh tapi kalau memang belum rasa bahwa lebih kejam dari membunuh ya teruskanlah tapi dosa di tanggung sendiri,” ujar Marthen menutup pembicaraannya dengan seputar-ntt.com. (dedy)
Follow