Labuan Bajo, seputar-ntt.com – Tidak jauh dari pelabuhan wisata Labuan Bajo, Flores, dua gugusan perbukitan hijau menjulang di atas laut biru lepas Taman Nasional Komodo. Tempat itu bernama Gili Lawa Darat, salah satu destinasi puncak favorit para pelancong yang ingin menikmati panorama selat antara pulau Flores dan Rinca dari ketinggian.
Gili Lawa Darat adalah pulau kecil berbukit yang masuk wilayah administrasi Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Dari dermaga Labuan Bajo, perjalanan menuju pulau ini berkisar tiga sampai empat jam dengan kapal wisata, tergantung arus dan jenis perahu yang digunakan.
Daya tarik utamanya bukan pantai berpasir, melainkan jalur pendakian pendek menuju puncak bukit. Hanya butuh sekitar 30 hingga 45 menit berjalan kaki melewati rerumputan kering, dan pengunjung disuguhi pemandangan yang jarang bisa ditemukan di tempat lain: dua teluk jernih mengapit perbukitan, dengan kapal-kapal phinasi kecil berlabuh di bawahnya.
Pada musim kemarau, warna rumput di perbukitan berubah menjadi cokelat keemasan, kontras dengan birunya laut. Kondisi inilah yang membuat spot ini kerap muncul di berbagai media sosial dan kalender wisata Nusa Tenggara Timur. Sementara pada musim penghujan, lanskap berbalut hijau segar dengan latar langit yang lebih dramatis, cocok bagi pecinta fotografi lanskap.
Selain trekking, perairan sekitar Gili Lawa Darat juga dikenal sebagai lokasi menyelam dan snorkeling. Arus di selat ini cukup kencang pada titik tertentu, sehingga menyelombong di sini umumnya dilakukan dengan pendamping operator yang memahami karakter perairan. Terumbu karang dan kumpulan ikan barakuda menjadi pemandangan yang sering ditemui penyelam di bawah permukaan.
Bagi yang ingin menikmati senja, puncak bukit ini termasuk salah satu tempat terbaik di kawasan Komodo untuk menangkap momen matahari terbenam. Sebagian kapal wisata sengaja mengatur jadwal agar penumpung bisa mampir menjelang sore, meskipun sebagian besar kapal phinasi harus kembali berlabuh di pelabuhan sebelum gelap.
Waktu terbaik mengunjungi Gili Lawa Darat adalah antara bulan April hingga Juni, ketika angin laut relatif tenang dan jarak pandang cukup jernih. Pengunjung disarankan membawa air minum secukupnya, alas kaki yang nyaman, serta pelindung matahari, karena jalur pendakian hampir tanpa naungan pohon. Sinyal telekomunikasi di pulau tergolong terbatas, sehingga lebih baik mengatur rencana perjalanan dengan operator kapal sebelum berangkat.
Sebagai bagian dari kawasan Taman Nasional Komodo, pengunjung Gili Lawa Darat wajib membayar tiket masuk kawasan konservasi dan mengikuti aturan Balai Taman Nasional. Bara berjalan hanya boleh di jalur yang sudah ditentukan, dan pengambilan apapun dari alam, termasuk terumbu karang dan cangkang, dilarang keras.
Dengan kombinasi trekking ringan, panorama laut lepas, dan pengalaman bawah laut, Gili Lawa Darat layak masuk daftar destinasi wisata NTT yang layak dijaga kelestariannya, agar tetap menjadi aset wisata bagi generasi berikutnya.(*)
Follow