Kupang, Seputar-ntt.com – Kemelut air bersih di kota Kupang antara PDAM Kabupaten dan kota Kupang sudah berakhir. Bupati Kupang Ayub Titu Ekimenyebutkannya karena hati kedua pemimpin telah menemukan kesepakatan. Dalam waktu dekat, air sudah bisa mengalir ke rumah warga.
Hal itu disampaikan bupati Kupang, Ayub Titu Eki usai penandatanganan pelayanan dan pemanfaatan air bersih PDAM Kabupaten Kupang, Kamis (22/12/2017), di hotel Maya Kupang.
Atas capaian itu, bupati dua periode itu juga menyampaikan terimakasih kepada wali kota Kupang Jefirstson R Riwu Kore karena mampu mencairkan ketegangan antar dua pimpinan wilayah. Titu Eki juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena lama menantikan penyelesaian air bersih.
“Saya ucapkan terimakasih kepada wali kota Kupang yang sehati seroh memikirkan pelayanan air di Kota Kupang. Saya juga patut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga kota Kupang yang selama ini membutuhkan air minum. Karena hati belum bersambung maka pipa juga sulit bersambung,”kata Titu Eki.
Dengan adanya penandatanganan MOU ini, telah menjawab penantian panjang masyarakat akan kebutuhan air minum di kota Kupang. Kata dia, sambungan air menuju rumah tangga yang membutuhkan akan terlayani. Apabila dalam proses perluasan jaringan terkesan lambat maka jangan salahkan bupati dan walikota tetapi salahkan dirut – direktur PDAM.
Dikatakannya, kerjasama itu tidak mengutamakan PAD tetapi pelayanan. Dengan ketersediaan air kebutuhan masyarakat sudah terlayani dan diharapkan ekonomi masyarakat bertumbuh. Masyarakat tidak lagi membeli air tanki dengan harga mahal.
“Kita tidak mencari PAD, yang utama pelayanan. Masuk tahun baru, pelayanan sudah bisa dilakukan. Terimakasih atas kebesaran hati dan jiwa dari wali kota,”katanya.
Dulu dirinya mendengar dan mendapat banyak cemooh dari masyarakat bahwa pemerintah Kabupaten Kupang memperlakukan aturan dan aturan yang berbeda di kota Kupang. Kata dia, hal itu tidak benar. Namun yang dimasudkan itu adalah pemahaman kedua pimpinan wilayah.
Wali kota Kupang Jefirstson R Riwu Kore dalam sambutannya mengatakan bahwa kedua belah pihak, antara pemerintah Kabupaten, PDAM sudah menemukan solusi dan kesepakatan. Sehingga kedua direktur mempunyai peranan penting dalam pelayanan air di kota Kupang.
“Pagi hari ini catatan penting buat kota Kupang. Peristiwa penandatanganan ini boleh terjadi. Ini bukan tiba – tiba. Kerjasama ini bukan sesuatu yang secara tiba – tiba tetapi dibangun secara lama sebagai kakak adik. Karena kami dipercayakan memimpin kota Kupang,”katanya.
Dikisahkan Jefri, dirinya melakukan pendekatan dari hati ke hati, sebagai kakak adik dengan bupati Kupang. Dia menegaskan bahwa kerjasama ini, bukan untuk menghasilkan PAD tetapi mengutamakan pelayanan sehingga tarifnya pun disesuaikan dengan ekonomi.
Kadang pemerintah berpikir bahwa kerjasama sepenuhnya menghasilkan PAD. Tetapi yang penting sebenarnya pelayanan sungguh – sungguh kepada masyarakat kota Kupang. Kebutuhan air yang luar biasa besar saat ini.
“Saya datang ke kakak saya untuk menyampaikan keluhan bahwa kota Kupang membutuhkan bantuan air. Sehingga hari terjadi pada puncak acara kerjasama.
Panandatanganan ini, kata dia, sudah tentu, tidak 100 persen menyelesaikan masalah air bersih. Namun menambah sekitar 49 sampai 51 persen dari kebutuhan air di kota Kupang. Dia berharap masyarakat kota Kupang untuk bersabar. Karena setelah penandatanganan tidak otomatis masalah akan terselesaikan namun dibutuhkan proses.
“Saya harap masyarakat kota Kupang bersabar. Jangan sampai, teriak sudah ada kerjasama tetapi air masih mati. Kerjasama ini hanya menambah sedikit dari kebutuhan air saat ini. Yang penting ada niat baik pelayanan masyarakat lebih baik. Untuk berkomitmen bersama maka akan melahirkan yang terbaik bagi masyarakat,”tambahnya.
Tambah Jefri, ke depan pemerintah akan melakukan kerjasama dengan propinsi untuk membantu mengairi air di kota Kupang. Mudah – mudahan propinsi akan membantu lewat pemanfaatan aie bendungan Tilong. Sehingga memenuhi kebutuhan air di kota Kupang.
“Saya juga menegosiasi dan pendekatan dengan BLU SPAM propinsi, berapa uang yang dibutuhkan supaya air di kota Kupang hidup 24 jam. Katanya tidak bisa 24 jam karena mesin rusak. Saya bilang, berapa uang yang dibutihkan untuk perbaikan mesin. Kalau itu jadi, BLU SPAM menjamin air mengalir 24 jam maka berapa pun dananya kita alokasikan,”ujarnya.
Penandatanganan itu disaksikan langsung sekda Kabupaten dan kota, dirut PDAM Kabupaten kota. DPRD kabupaten kota, Harry Kadja, Yuven Tukung. Hadir pula tokoh masyarakat, Yusak Riwu Rohi, Ketua MUI NTT serta masyarakat lainnya. (Pelipus Libu Heo)
Follow