Kupang, seputar-ntt.com — Untuk mencapai target pembangunan, pemerintah jangan pernah memikirkan atau terlibat dalam kegiatan politik. Untuk itu harus mampu mengarahkan Aparat Sipil Negara (ASN) untuk bersikap netral.
Penegasan ini disampaikan Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Adi Chandra Nange saat kegiatan Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN Pada Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2024, di Hotel Neo Aston Kupang, Rabu (21/8/2024).
Diakui Adi Nange, ketidaknetralan salah satu asn di Kabupaten Kupang pada Pemilu lalu, hingga mendapat peringatan keras dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), menjadi pelajaran berharga bagi ASN lainnya.
“Sebenarnya ada beberapa ASN yang mau hadir dalam kampanye, tapi Bawaslu beri himbauan untuk jangan menghadirinya, sehingga ASN Kota Kupang aman,” ungkap Adi Nange.
Tentunya dengan ketidakhadiran ASN dalam tahapan Pemilu tersebut, sangat membantu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk lebih fokus pada program-programnya, yang cukup banyak dan melelahkan.
“Jika kami menemukan keterlibatan ASN saat kampanye, tentu kami akan segera melakukan penelurusan untuk di tindak lanjuti,” jelas Adi Nange.
Kemandirian ASN dari tekanan politik, jelas Adi Nange, tentu menjadi salah satu indikator, penilaian indeks efektifitas pemerintah.
“Derajat independensi ASN terhadap intervensi politik, sebagai salah satu aspek penilaian, dilihat dari kepatuhan ASN terhadap asas netralitas atau asas imparsialitas,” kata dia.
Kembali Adi Nange mengingatkan agar ASN harus bertindak hati-hati di situasi politik yang sedang memanas ini, karena masing-masing balon sudah memiliki tagline.
“Kami minta kepada ASN agar hindari kalimat Gas, Gacor dan lain-lain yang masih berkaitan dengan tagline dari bakal calon kepala daerah,” pinta Adi Nange.
Dikatakan Adi Nange, netralitas dimaknai sebagai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh mana pun, dan tidak memihak kepada kepentingan lain di luar kepentingan bangsa dan negara.
“Bawaslu Kota Kupang dalam pemetaan kerawanan Pemilu tahun 2024 pada 14 Februari lalu, netralitas ASN masih menjadi salah satu isu yang paling tinggi di tingkat Kota Kupang,” tandas Adi Nange. (joey)
Follow