Tambolaka, seputar-ntt.com – Jarum jam tepat menunjukkan pukul 11:30 waktu Indonesia Tengah ketika sebuah jet mendarat mulus di landasan Bandar Udara Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD) pada Kamis, (4/1/2018). Dari pesaeat yang parkir di apron sebelah barat, turun Calon Gubernut NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ditemani Direktur Indo Barometer Mohamad Qodari. E
Enam orang penari Woleka sudah bersiap di depan kedatangan VIP bersama Bupati SBD Markus Dairo Tallu bersama pimpinan partai koalisi yang mendukung Viktor Laiskodat sebagai calon gubernur, berpasangan dengan Josef Naisoi. VBL yang turun menggunakan kemeja Putih dipadu celana jeans biru dongker dan sepatu sport langsung disambut dengan cium hidung oleh Bupati SBD Markus Dairo Tallu. Para penari mengiringi langkah VBL menuju ruang VIP dimana ratusan orang telah menanti kedatangannya.
Kedatangan VBL di pulau Sumba adalah yang pertama dalam safari politiknya setelah deklarasi sebagai calon gubernur yang akan bertarung pada Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 nanti. Dari bandara Tambolaka, VBL langsung diarahkan menuju rumah pemenangan Victory-Joss di Taworara, Tambolaka. Disana VBL sudah ditunggu oleh tim pemenangan untuk Kabupaten Sumba Barat Daya.
Pada kesempatan tersebut, Viktor Laiskodat mengatakan, dirinya bersama Josef Nae Soi bertekad untuk memberikan air bersih bagi masyarakat hingga desa-desa. Air bersih tersebut harus layak dan bisa dikonsumsi secara langsung. Dengan teknologi-teknologi yang ada saat ini, memberikan kemudahan dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
“Dari tiga ribu lebih desa di NTT, saya berjanji dalam lima tahun separuh dari jumlah itu sudah bisa menikmati air bersih yang sehat dan langsung di komsumsi. Kita olah air dari laut, langsung bisa di minum, begitu juga dengan air dari sumur dan danau harus bisa langsung diminum,” katanya.
Selain itu, Viktor Laiskodat juga berjanji akan membangun pemerintahan yang bersih dan jauh dari praktek korupsi. Membangun NTT membutuhkan orang yang jujur dan tidak rakus sehingga impian masyarakat untuk hidup layak lewat berbagai pembangunan bisa tercapai. Banyak orang pintar di NTT kata Viktor, tapi karena tidak mampu menahan diri dari godaan untuk memperkaya diri dengan cara-cara yang tidak terhormat dan elegan.
Ketua Tim Pemenangan Victory-Joss di SBD, Pendeta Ananias Bulu, M.Min pada kesempatan yang sama mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melantik relawan Victory-Joss yang tersebar di 173 desa dan dua kelurahan di Sumba Barat Daya.
“Untuk Pilgub NTT dan Pilbub SBD, tim pemenangan dan relawannya satu yakni tim Victory-Joss dan MDT-DGT. Kami telah bertekad dan bersatu hati untuk memenangkan Pilgub NTT dan Pilbub SBD,” kata Ananias.
Jadwal VBL benar- benar padat di SBD. Usai meresmikan rumah pemenangan, VBL langsung meluncur ke Resto Ro’o Luwa. Disana, ratusan muda-mudi telah menantikan calon pemimpin NTT pasca Frans Lebu Raya itu. Disana dia mengisahkan kisah hidupnya serta memberi motivasi kepada para pemuda bagimana mengambil peran dalam pembangunan. Dia juga menyampaikan visinya jika nanti dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin NTT.
“Kalau bicara soal perjalanan hidup, saya juga sama dengan pak MDT yang berasal dari keluarga yang susah. Saya bahkan pernah merasakan hidup dalam penjara dan disitulah saya belajar tentang hakikinya kehidupan,” kata Viktor yang berpasangan dengan Josef Nae Soi di Pilgub NTT.
Viktor mengatakan hal yang paling penting dalam hidup selain nyawa adalah kebebasan. Jika kebebasan dirampas maka hidup sesorang tak ada arti lagi. Dari pengalamannya dimana pernah hidup dalam kebebasan yang dirampas, Viktor mengaku tidak mau berdiam diri. Dia justru memacu diri untuk lebih baik dengan tidak berhenti belajar sehingga dia sampai pada tahapan saat ini.
“Saya minta kepada anak-anak muda untuk tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri. Anak muda harus bangkit dari keterbatasan diri untuk selanjutnya berjuang memperoleh hidup yang lebih baik. Nelson Mandela tidak pernah putus asa. Dia tetap berjuang walaupun dalam penjara dan setelah dia keluar dia menjafi seorang presiden” kata Viktor.
Dia memberi contoh tentang kehidupan burung rajawali yang bisa terbang tinggi setelah melewati badai. “Hanya rajawali yang pernah menderita ketika bulu-bulunya rontok, kukunya yang tajam rontok. Dia melewati penderitaan yang luar biasa. Setelah itu dia tumbuh bulu dan kuku baru dan rajawali itu akan mampu menghadapi badai sedasyat apapun,”pungkas Viktor.
Deklarasi Pasangan Calon Gubernur dam Wakil Gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi di lapangan Galatama Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya pada Jumat (5/1/2017) dipenuhi puluhan ribu massa. Deklarasi Victory-Joss di Tambolaka tidak dihadiri oleh calon wakil Josef Nae Soi.
Acara deklarasi ini juga dilakukan untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu dan Gerson Tanggu Dendo. Lapangan Galatama menjadi Lautan Manusia yang datang dari berbagai pelosok di Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Tengah.
Dalam orasi politiknya, Viktor Laiskodat mengatakan, pemimpin harus seperti kuda yang memiliki kekuatan berlari dalam melakukan akselerasi pembangunan. Pemimpin saat ini kata Viktor tidak boleh lamban karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan maksimal.
“Pemimpin itu harus kuat seperti kuda. Kenapa kuda karena dia afalah lambang kekuatan, dimana ukuran kekustan itu disetarakan dengan kekuatan kuda. Kalau pemimpinya lamban, kspan rakyatnya sejahtera sementara jabatan yang diemban sangat terbatas. Jika Victory-Joss diberi kepercayaan maka kita akan melakukan akselerasi pembangunan diberbagai bidang,” kata Viktor yang disambut teriakan massa.
Viktor mengatakan, jika rakyat NTT memb akan melahirkan sebuah budaya pemerintahan eri legitimasi maka dalam pemerintahan yang baru nanti pihaknya akan melakukan pendekatan yang lebih mengedapankan persaudaraan ketimbang pendekatan yang formal semata. “ Kita bangun NTT dalam konsep yang lebih harmonais. Gubernur bisa minum kopi dengan Bupati sambil membicarakan tentang pembangunan diberbagai wilayah di NTT. Gubernur jangan hanya datang dengan formal lalu kemudian dengan seenaknya memberi perintah” ungkap Laiskodat.
Seorang Gubernur tegas Viktor Laiskodat, sudah tidak jamannya lagi duduk berpangku kaki kemudian ketika turun ke masyarakat disambut sebagai seorang raja. “Pemimpin NTT itu harus berani turun di sawah untuk menanam dengan para petani. Jangan datang ke sawah dengan pakai pantovel. Maso lumpur taga’e. sonde pulang-pulang lagi,” kata suami dari Yulie Laiskodat ini.
Selain itu, Viktor Laiskodat juga berjanji akan membangun pemerintahan yang bersih dan jauh dari praktek korupsi. Membangun NTT membutuhkan orang yang jujur dan tidak rakus sehingga impian masyarakat untuk hidup layak lewat berbagai pembangunan bisa tercapai. Banyak orang pintar di NTT kata Viktor, tapi karena tidak mampu menahan diri dari godaan untuk memperkaya diri dengan cara-cara yang tidak terhormat dan elegan.
“Kalo rakus dan mata tatutup maka maka jalan tabrak masuk jurang. Kenapa kita tetap menderita karena hati pemimpinnya tertutup. Banyak orang pintar di daerah ini tapi tidak mampu menahan diri dari godaan materi. Jika Tuhan berkenan dan masyarakat NTT memberi kepercayaan maka di jaman saya ketika lihat bupati yang pakai jam tangan mahal, saya akan copot dan jual untuk masyarakat. Kenapa begitu karna kita masih susah. Karena rakyat masih susah. Bulan-bulan begini, sudah tidak ada makanan lagi,” kata Viktor. (joey rihi ga)
Follow