Kupang, seputar-ntt.com – Pantai Batu Nona di Jalan Timor Raya, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, menjadi salah satu destinasi favorit warga Nusa Tenggara Timur untuk menikmati senja. Berjarak sekitar sepuluh kilometer dari pusat Kota Kupang, pantai ini menawarkan panorama sunset yang memesona dengan latar tebing, deretan pohon lontar, dan aktivitas nelayan yang pulang melaut.
Nama Batu Nona tidak lahir dari kekosongan. Konon, dahulu kala seorang gadis muda yang patah hati menjatuhkan diri dari tebing pantai setinggi sekitar lima belas meter. Legenda tragis itu kemudian melekat pada nama lokasi dan hidup di mulut ke mulut warga Kupang hingga kini. Bagi sebagian orang, kisah tersebut justru menambah daya tarik tersendiri, seolah pantai ini menyimpan cerita yang ikut diabadikan setiap kali kamera menyorot cakrawalanya.
Dari sisi keindahan, Pantai Batu Nona menghadap langsung ke Selat Kupang dengan perairan yang tenang. Berbeda dengan pantai berpasir lembut seperti Lasiana, karakter pantai ini lebih bertebing dan berbatu, sehingga pengunjung lebih banyak datang untuk bersantai, memotret, dan menikmati angin laut ketimbang berenang. Waktu terbaik berkunjung adalah menjelang sore, sekitar pukul 16.00 WITA hingga matahari tenggelam.
Pantai Batu Nona juga dikenal sebagai surga bagi para fotografer. Jajaran pohon lontar yang berdiri kontras di bibir tebing, perahu nelayan yang tertambat, serta warna langit oranye keunguan menjelang magrib menjadi komposisi favorit. Tidak sedikit pasangan muda yang menjadikan lokasi ini sebagai tempat pra-nikah, terutama pada akhir pekan.
Soal akses, pantai ini tergolong mudah dijangkau. Dari pusat Kota Kupang, pengunjung cukup melaju ke arah barat melalui Jalan Timor Raya sekitar sepuluh menit berkendara. Ojek daring dan angkutan kota lintas Timor Raya pun bisa dimanfaatkan. Akses mudah inilah yang menjadikan Batu Nona ramai setiap sore hari, terutama Sabtu dan Minggu.
Fasilitas di sekitar pantai berkembang seiring meningkatnya kunjungan. Warga lokal menjajakan makanan ringan, kelapa muda, dan jagung bakar di sepanjang area parkir. Tiket masuk dibanderol sangat terjangkau, sehingga pantai ini kerap jadi pilihan keluarga yang ingin rekreasi hemat. Pengelola juga menyarankan pengunjung menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Yang perlu diperhatikan, pantulan panas di siang hari cukup terik sehingga pengunjung disarankan datang sore. Karena tebingnya cukup tinggi, pengunjung juga perlu berhati-hati dan tidak sembarangan mendekati bibir jurang, apalagi saat membawa anak-anak. Ombak di kawasan bawah tebing juga tidak selalu ramah untuk berenang.
Di tengah ramainya destinasi unggulan NTT seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Alor, pantai-pantai sederhana seperti Batu Nona justru memperlihatkan wajah pariwisata keseharian Kota Kupang. Sunset yang gratis, legenda yang hidup, dan keramahan warga pesisir adalah daya pikat yang tidak selalu hadir di destinasi besar. Pantai Batu Nona bukti bahwa keindahan tidak selalu jauh, kadang hanya sepuluh kilometer dari pusat kota.(*)
Follow