Para Buruh Diminta Tidak Lagi Kembali Ke Luar Negeri

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Para Buruh Migran Indonesia (BMI) atau TKI yang berada di wilayah Kabupaten Kupang diminta tidak lagi kembali ke luar negeri setelah pulang merantau. Dengan modal yang didapat selama menjadi buruh diharapkan bisa menjadi modal usaha sehingga mampu mencukup kehidupan sehari-hari.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda kabupaten Kupang, Marthen A. Rahak Baw saat membuka acara pertemuan sharing pengalaman pengurangan kemiskinan melalui migrasi aman di aula Bappeda Kabupaten Kupang, Kamis (18/9/2014). Kegiatan ini dihadiri oleh utusan dari SKPD diantaranya, Dinas Koperasi dan UKM, Badan pemeberdayaan Perempuan, Dinas Nakertrans, Dinas Sosial, Humas Setda kebupaten Kupang dan Rumah Perempuan Kupang.

“Saya berharap agar para buruh yang sudah kembali ke kampung halaman tidak kembali lagi ke luar negeri. Dengan bimbingan dan pelatihan yang diberikan oleh Rumah Perempuan, Yaysan TIFA NTT tentang penguatan kapasitan den pengelolaan keuangan bisa memberi pemikiran baru dalam membuka usaha,” kata Marthen.

Menurt Marthen, Kabupaten Kupang memiliki banyak potensi yang bisa dikelola untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga. Untuk itu maka LSM maupun Lembaga pemerintah bisa membantu dan mendampingi para buruh bagaimana mereka memulai usaha baru dengan modal yang dipunyai.

“Kita tahu bahwa Rumah Perempuan dan Yayasan TIFA telah sekian lama mendampingi para buruh yang ada di Kabupaten Kupang. Tujuannya adalah bagaimana mereka menjadi orang yang mandiri setelah pulang dari luar negeri,” tambahnya.

Direktur Lembaga Rumah Perempuan Kupang, Libby Sinlaeloe yang hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut mengatakan, Rumah perempuan telah bekerja mendampingi para buruh sejak 2009 hingga 2014. Beberapa hal yang menjadi perhatian rumah perempuan yakni meyngkaut keadilan, keuangan, kebijakan dan penguatan gugus tugas.

“Sudah ada hasil yang kita capai dimana sudah ada Perda tentang perlindungan Buruh Migran Indonesia. selain itu ada juga Perdes mengenai Standar Operasional Procedur (SOP) penanganan kasus buruh yang dibagikan ke setiap desa,” papar Libby.

Sementara Projeck Officer Tifa NTT, John Bria pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan yang digelar ini sebagai ajang berbagi pengalaman diantara para Pengurus TKI maupun para TKI itu sendiri selama mereka menjadi buruh maupun setelah pulang ke kampung halaman.

”Kami dari Yayasan TIFA membuka diri bekerja sama dengan pemerintah untuk menguatkan kapasitas masyarakat dalam menangani BMI. Kegiatan ini untuk memadukan agar kegiatan ke depan bisa cocok dengan RPJMD. Hal ini penting supaya bisa bekerja sama dengan baik ke depan. (riflan hayon)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...