Pelanggan PDAM Kota Kupang Keluhkan Kualitas Air yang Keruh

Date:

Share:

 

Kupang, seputar-ntt.com — Pelanggan PDAM Kota Kupang mengeluhkan kualitas air yang keruh, sehingga perlu dilakukan penyaringan sebelum dimasak untuk dikonsumsi.

Seperti yang dikeluhkan warga Naimata Kecamatan Maulafa, Maxi bahwa setiap memasuki musim kemarau , kualutas air yang mengalir ke rumahnya tampak keruh.

“Kami sudah dijatah tiga kali seminggu untuk air mengalir, akan tetapi air yang keluar tampak keruh, sehingga perlu disaring terlebih dahulu sebelum digunakab,” tandas Maxi.

Ketika keluhan ini disampaikan, Direktur PDAM Kota Kupang, Rommy Seran mengaku bahwa banyak pengeluhan yang sama diterimanya, terutama mereka yang dialirkan air dari Bendungan Tilong.

“Sebagian pelanggan kami dapat air curah dari Bendungan Tilong, karena kami memang kerja sama dengan mereka,” ujar Rommy Seran yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (15/8/2019).

Dikatakan Rommy Seran, hal ini berkaitan dengan musim kemarau yang panjang, sehingga debit air di bendungan turun, dan sedimen yang ada di dasar bendungan naik.

Menurut Rommy Seran, kualitas air yang keruh tersebut dialami pelanggan yang tinggal di wilayah Penfui, Naimata, Liliba, TDM dan sebagian Oebobo.

Untuk itu, pihaknya sudah meminta petugas di Bendungan Tilong untuk memperbaiki proses treatment lebih ketat lagi dan proses back wash lebih sering, sehingga kualitas air bisa lebih baik.

“Kita beli air curah dari Tilong, sehingga bukan PDAM Kota Kupang lagi yang harus melakukan treatment, sistem kendalinya ada di Bendungan Tilong,” ujar Rommy Seran.

Begitupun bila ada gangguan teknis lainnya di Bendungan Tilong, tambah Rommy Seran, seperti listrik padam, maka tidak bisa mengalirkan air ke pelanggan.

“Kami tentu akan informasikan ke pelanggan bila ada gangguan di Tilong, dan pihak Tilong harus mengupayakan penyelesaiannya secepat mungkin,” tandas Rommy Seran.

Diakui Rommy Seran, untuk jalur yang dialiri dari air Bendungan Tilong, dijadwalkan ada jeda satu hari seperti jalur Naimata, Liliba dan Oebobo mendapat jatah hari Senin, Rabu dan Jumat, sedangkan jalur Oesapa seluruhnya mendapat hari Selasa, Kamis dan Sabtu sehingga dihari yang kosong bisa menyelesaikan gangguan yang ada.

“Biasanya kita ambil jeda satu hari untuk diselesaikan, supaya jangan sampai jadwal berikutnya mereka tidak beroperasi,” pungkas Rommy Seran. (ira)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...