Pemkot Kupang Turunkan Tim Pentungan Tagih Penunggak PBB

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Masih banyaknya penunggakan  wajib pajak yang belum sadar untuk membayar pajak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), maka maka Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah terpaksa menurunkan tim  petugas penagih tunggakan pajak atau disingkat Pentungan PBB ke enam kecamatan yang ada di Kota Kupang.

“Diturunkan tim Pentungan PBB yang terdiri dari  para petugas penagih dari Badan Keuangan, Pol PP dan Bagian Hukum ini juga dalam upaya mengejar target dan realisasi PBB,” kata Kepala Badan Keuangan Kota Kupang, Jefry Pelt kepada wartawan di kantornya, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya, tim Pentungan yang diturun di enam kecamatan lebih fakus pada wajib pajak yang melakukan penunggak pajak yang besar, sesuai data  wajib pajak  PBB yang ada setiap kecamatan. “Penagihan bagi penunggak pajak ini dilakukan dari minggu lalu  oleh tim Pentungan,” lanjutnya.

Dengan turunnya tim Pentungan ada beberapa wajib pajak yang dengan sendirinya  langsung datang ke kantor untuk membayarnya sendiri, baik tunggakan pajak tahun berjalan maupun tunggakan tahun sebelumnya.

Dijelaskannya, dalam mengurangi tunggakan PBB bagi wajib pajak, pemerintah akan melakukan pengurangan atas data tunggakan  dengan model tunggakan yang muncul karena terjadi pendobelan SPPT dan tunggakan muncul karena tanah masyarakat telah beralih fungsi untuk kepentingan publik, seperti jalan, tempat ibadat, kantor dan sekolah di hapus yang berpedoman melalui SK walikota.

“Dalam mengurangi tunggakan ini kami dari Badan Keuangan Daerah melalui bidang PBB dan DPTB sudah melakukan rapat untuk tahun depan kita melakukan salah satu inovasi mengurangi denda pajak PBB dari tahun berapa sampai tahun berapa, yang nantinya masyarakat hanya membayar pokok tanpa dikenakan denda,” katanya.

Diakuinya, sesuai data cukup banyak wajib pajak yang mengalami penunggakan.Hal ini dimana sesuai laporan kepala bidang dikarena wajib pajak merasa sudah tinggi denda karena keterlambatam membayar, sehingga  mereka enggan untuk membayarnya.

“Hal ini saya telah menyampaikan kepada pak walikota dan pak walikota pung mendukung  sehingga saat ini Badan Keuangan Daerah melalui kepala bidang yang menangani hal ini sementara melakukan perhitungan akan tahun yang akan dipakai untuk membayarnya sesuai data yang ada di sistim,” katanya. (riflan)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...