Penanganan Kasus TKI di Kabupaten Kupang Belum Maksimal

Date:

Share:

Kupang,seputar-ntt.com – Proses penanganan masalah Tenaga Kerja Indoensia (TKI) di Kabupaten KupangĀ  belum maksimal dilakukan oleh para jejaring pelaksana ditingkat desa hingga kepolisian. Pasalnya,masih banyak buruh migran baik yang berangkat maupun pulang yang masih banyak mengalami masalah.

Demikian dikatakan,Projec Officer Yayasan Tifa NTT,Jhon Bria pada wartawan disela-sela kegiatan Pertemuan Pra Annual Meeting Tingkat Kabupaten Kupang di Hotel Sylvia Kupang,Selasa 10 desember 2013.

ā€œLewat kegiatan kami berharap ada perubahan dalam pengangan masalah TKI. Kami butuh keterlibatan semua pihak, baik paralegal,gugus tugas,pemberdayaan perempuan,Nakertrans, BP3TKIĀ  maupun kepolisian untuk memberi masukkan terkait pengangan masalah TKI,ā€katanya.

Lewat kegiatan Pra Annual Meeting ini diharapkan semua persoalan penanganan TKI yang masih mengalami kendalaĀ  bisa diskusikan bersama untuk mendapatkan strategi baru guna diterapkan dilapangan.
ā€œKami berkeinginan supaya setiap proses yang berkaitan dengan TKI tidak ada yang menadi korban,ā€ katanya.

Jhon menambahkan, menjadi TKI bukan karena persoalan ekonomi semata, tetapi ada hal lain sehingga seseorang memilih menjadi TKI, misalnya orang tersebut tidak diterima dalam lingkungan sosial atau akses lapangan kerja yang tidak memadai.

ā€œHarapan kami supaya persoalan buruh migran ditingkat desa harus bisa diselesaikan di desa jangan sampai ke kecamatan atau kabupaten atau bahkan ke kepolisian,karena titik akhirnya akan sulit diatasi,ā€ ungkapnya.

Jhon mengaku, proses pendampingan terhadap kasus buruh migrant secara data pasti tidak diketahui tetapi diperkirakan ada sekitar 10 kasus yang telah berhasil ditangani ditingkat desa sesuai laporan yang didapat sementara.

ā€œAda kasus TKI yang setelah kembali Malaisya seperti di Kelurahan Tuapukan yang gajinya tidak dibayar oleh majikanya, Hal lain juga terjadi di Penfui Timur kasusnya sama,karena itu perlu dilakukan penanganan berupa pendampingan melalui advokasi sehingga membantu mereka dalam memperjuangkan hak nya,ā€ katannya.(riflan hayon)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...