Ba’a, seputar-ntt.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis publikasi Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka 2025 yang menunjukkan capaian pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 7,96%. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pertumbuhan ekonomi Rote Ndao dan mengungguli capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di kisaran ±5,14%. Angka ini bahkan nyaris mendekati ekspektasi nasional sebesar 8%, menunjukkan momentum ekonomi lokal yang kuat.
Publikasi yang dirilis secara resmi pada 28 Februari 2025 oleh BPS Kabupaten Rote Ndao ini menyajikan gambaran lengkap kondisi sosial-ekonomi dan indikator pembangunan daerah, termasuk pertumbuhan ekonomi yang menjadi sorotan utama.
Salah satu faktor terbesar yang disebut sebagai penentu pertumbuhan adalah proses konstruksi dan pengembangan tambak garam berskala besar di wilayah Rote Ndao. Pembangunan yang dimulai sepanjang 2025 ini merupakan bagian dari Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang diprakarsai oleh pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Proyek ini diperkirakan akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, tidak hanya dalam fase konstruksi tetapi juga pada fase operasi, termasuk sektor perdagangan, jasa, dan industri hilir.
Pemerintah menargetkan Rote Ndao sebagai salah satu pusat produksi garam nasional yang mampu mendukung upaya swadaya garam Indonesia hingga 2027, mengurangi ketergantungan impor, serta menggerakkan ekonomi lokal melalui value chain industri garam yang terintegrasi.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menanggapi hasil rilis BPS tersebut dengan optimis namun penuh kewaspadaan. Ia menegaskan bahwa data yang dipaparkan bukanlah alasan untuk terlena, melainkan sebagai motivasi untuk terus berbenah dalam pembangunan.
Menurut Bupati Henuk, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti dengan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Rote Ndao. Harapan masyarakat untuk menikmati hidup yang lebih baik merupakan tugas bersama yang terus diwujudkan melalui kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, efisiensi fiskal, dan prioritas pada sektor-sektor yang mampu menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan infrastruktur, perbaikan sarana prasarana, serta pembukaan peluang ekonomi di berbagai sektor, termasuk pertanian, perikanan, industri kreatif, dan pariwisata, agar pertumbuhan yang tinggi benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara merata.
Pertumbuhan ekonomi Rote Ndao sebesar 7,79% menjadi pencapaian bersejarah yang membuka kesempatan besar bagi pembenahan ekonomi dan sosial daerah. Dengan dukungan pembangunan tambak garam nasional yang terus berjalan dan kebijakan pemerintah yang terarah, Rote Ndao diposisikan tidak hanya sebagai penggerak ekonomi lokal tetapi juga kontributor dalam pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.(*)
Follow