PLN Bilang Listrik Padam Karena Konveyor Terbakar

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – General Manager PNL Wilayah NTT, Richard Safkaur menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi di Kota Kupang akhir-akhir ini sebebakan oleh musibah kebakaran yang menimpa conveyor (alat angkut batubara) PLTU 2 NTT di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada tanggal 13 Agustus 2015.

Kondisi ini menyebabkan PLTU berhenti beroprasi, karena batubara tidak dapat dipasok ke ruang bakar (bolier). Akibatnya daya sebesar 24-25 MW tidak dapat dipasok ke Sistem Kupang, sehingga Kota Kupang mengalami pemadaman bergilir sejak terjadi musibah pada pukul 20.00 Wita.

PLN Wilayah NTT kembali mengerahkan sumberdayanya untuk menginvestigasi kondisi PLTU dan secepatnya berusaha menghidupkan kembali PLTU. Upaya menghidupkan kembali membutuhkan waktu. Panas ideal PLTU 2 NTT saat beroperasi adalah 900 derajat celcius. Karena itu membutuhkan waktu lama untuk menunggu hingga mesin PLTU dingin sebelum bisa diperiksa.

Setelah berhasil ditemukan sumber masalahnya, PLTU kembali bisa beroperasi pada 29 Agustus 2015, namun hanya diberi beban maksimal 8 MW. Dalam kondisi demikian wilayah Kota Kupang yang padam pada siang hari bisa dikurangi hingga tidak padam sama sekali. Sedangkan malam hari, masih terjadi defisit namun wilayah padam sudah berkurang. Kondisi ini berlangsung hingga tanggal 30 Agustus 2015.

Kondisi Senin, 31 Agustus 2015 kemarin, Unit I PLTU sudah bisa beroperasi hingga 10 MW, sehingga daya mampu (DM) Sistem Kupang sebesar 46,2 mega watt (MW) pada siang hari. Pemakaian listrik tertinggi di Kota Kupang atau beban puncak siang hari sebesar 42 MW. Ada cadangan sebesar 4,2 MW, sehingga listrik tidak padam.
Daya mampu malam hari ada tambahan menjadi 49,2 MW, namun beban puncak malam hari naik sebesar 53 MW, atau terdapat defisit daya sebesar 4 MW atau tepatnya 3,8 MW. Dengan demikian Senin malam masih defisit sebesar 4 MW, sehingga masih ada daerah yang mengalami padam.

General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, menjelaskan kondisi Unit I PLTU belum stabil sehingga pengoperasiannya belum bisa optimal. Selain itu, daya mampu mesin di PLTD juga mengalami penurunan kemampuan atau derating akibat suhu udara di Kota Kupang yang mulai naik. Temperatur udara yang makin panas, juga mendongkrak kenaikan pemakaian listrik.

“Atas nama manajemen PLN NTT, saya menyampaikan permohonan maaf dan berempati terhadap ketidaknyamanan masyarakat dan semua pihak di Kota Kupang, akibat berkurangnya pasokan listrik sejak musibah conveyor PLTU yang kami alami,” ungkap Richard Safkaur dengan tulus. (humas PLN Wilayah NTT)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...