Polisi Dalami Motif Pembunuhan Sadis di Kesetnana

Date:

Share:

So’e, seputar-ntt.com – Kasat Reskrim Polres Timur Tengah Selatan, IPTU. Mahdi Dejan Ibrahim menyebut, polisi masih mendalami motif pembunuhan sadis yang terjadi di Besanaek, Dusun III RT 025 RW 011 Desa Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan, Kamis, 11/11/2021 malam.

Menurut Dejan, pelaku HL (52) tega menghabisi nyawa SM (58) yang juga adalah suaminya sendiri dengan menggunakan sebilah parang.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter RSUD So’E maka disimpulkan bahwa kuat dugaan korban meninggal dunia akibat luka pada kepala (cidera otak berat) sehingga mengakibatkan korban banyak mengeluarkan darah. Korban juga mengalami banyak luka hampir diseluruh tubuhnya.,” kata Kasatreskrim melalui press release kepada media, Jumad,12/11/2021 pagi.

Atas kejadian tersebut, Mahdi Dejan mengatakan, pelaku telah diamankan di Mapolres TTS dan sementara menjalani pemeriksaan secara intensif.

Sementara dari kronologi menurut keterangan saksi YM (31) yang juga anak ke 4 korban, sekitar pukul 19.00 Wita, ia pulang dari kerja dan melihat pintu depan dan belakang rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Ia memaksa membuka pintu dan pintu rumah depan terbuka.

Setelah masuk kedalam rumah, ia mendapati korban dan pelaku berada di dalam kamar. Saksi YM mendengar suara pelaku teriak-teriak serta mendengar bunyi benda yang sangat keras seperti orang sedang memotong sesuatu. Ia lalu memanggil korban namun korban tidak menyahut.

Karena tidak ada jawaban, YM berlari keluar rumah hendak meminta bantuan ke bapak besarnya. Ia bertemu Yerus Manaka. Keduanya pun kembali ke rumah korban.

Setibanya di rumah korban, keduanya memanggil pelaku, akan tetapi pelaku tidak keluar dan berkata dari dalam kamar bahwa dia telah membunuh korban.

Mendengar perkataan pelaku, saksi pergi keluar rumah dan mencari bantuan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres TTS.

Mendapat informasi tersebut, Unit Identifikasi langsung menuju ke TKP. Setibanya disana, pelaku masih berada di dalam kamar dan masih juga memegang parang.

Setelah itu, piket SPKT dibantu oleh masyarakat setempat berusaha menenangkan pelaku, lalu kemudian diamankan di Polres TTS untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*Pepenk)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...