PSI Ajak Perempuan NTT Daftar Caleg Tanpa Mahar

Date:

Share:

Kupang, Seputar-ntt.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuka pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) gelombang dua. Pembukaan ini sampai tanggal 31 Maret 2018, diharapkan aktivis perempuan dan putri terbaik NTT bisa mendaftar di PSI.

Hal itu disampaikan ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI NTT, Christian Widodo, kepada sejumlah awak media di kantor PSI NTT, Kamis (15/3/218).

Dikatakan Widodo, hingga pembukaan pendaftaran gelombang kedua Kamis 15 Maret 2018, minat dan kuota bacaleg perempuan masih kurang. Sementara untuk mendaftar di PSI tidak dikenakan pungutan maupun mahar. Kata dia, saat ini sudah 60 orang yang mendaftar sebagai Bacaleg merebut 65 kursi di propinsi, dan 20 persennya kader perempuan.

“Jumlah perempuan yang sudah mendaftar 20 persen dari 60 ini. Terus terang kami kekurangan bacaleg perempuan. Itulah yang kami ingin. Kami dorong, mengajak putri – putri NTT yang ada daftar melalui PSI,”katanya.

Lanjutnya, semua bacaleg yang mendaftar tidak dikenakan pungutan maupun mahar. Hal itu dilakukan, sesuai dengan trilogi PSI, Menebar Kebajikan, Merawat Keberagaman dan Mengukuhkan Solidaritas.

Kemudian dirangkum dalam satu ikatan, PSI anti korupsi dan anti intoleransi. Menebar kebajikan itu diartikan sebagai anti korupsi. Lalu merawat keberagaman dan mengukuhkan solidaritas itu, diartikan sebagai anti intoleransi. Karena Indonesia beragam. Itulah dasar, awal mengapa PSI ini berdiri.

“Kita bajik, kita baik. Kita akan melawan korupsi. Kami tidak menerima mahar, jadi pendaftaran itu bebas gratis. Tidak ada mahar sama sekali,”ujarnya.

Sementara syarat untuk menjadi anggota PSI dan bacaleg, kata Widodo,  tidak ada batasan umur. Namun untuk menjadi pengurus inti yang menentukan kebijakan di PSI, ada dua syarat yang bedakan PSI dengan partai lain. Umur tidak boleh lebih 45 tahun, harus anak muda dan tidak boleh berpolitik sebelumnya.

“Jadi PSI ingin mencari orang – orang baru, orang – orang muda yang belum terkontaminasi partai lama, pikiran masih bersih lalu didoktrin dengan ajaran – ajaran yang baik dan baru.  Karena kalau kita bikin partai baru tetapi isinya lama sama saja. Untuk anggota dan bacaleg, bebas. Tidak ada batasan umur,”ujarnya.

Setelah berkas pendaftaran diterima panitia, para bacaleg akan mengikuti serangkaian seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, yang diumum 4 April. Kemudian wawancara oleh tim independen. Setelah itu, dilakukan evaluasi sosialisasi dan kemudian dinyatakan lolos menjadi caleg dari PSI.

“Pertama evaluasi administrasi, meliputi pemberkasan. Ada evaluasi kompetensi, kami lakukan wawancara, kompetennya diuji. ada tim juri independen. Tokoh aktivis perempuan, pengamat politik, akademisi, dan satu orang dari internal PSI. Mereka ini yang menilai teman – teman yang mau menjadi caleg. Mereka independen, tanpa campur tangan dari kami,”Pungkasnya.

Bacaleg perempuan, Agustina Haba, mengatakan bahwa di PSI adalah ruang anak muda untuk mengekspresikan idealisme. PSI begitu terbuka membuka ruang bagi kaum muda. Tidak seperti partai lain yang didominasi orang tua.

“Saya tertarik masuk PSI karena di dalam PSI bisa mengajak orang banyak, berkewajiban berantas korupsi, dan mendukung toleransi. Mimpi saya baru terwujud. PSI telah membuka ruang luar biasa untuk anak muda,”katanya.

Dikatakannya, bahwa untuk sebuah perubahan maka orang baik harus ada dalam sistem. Dengan adanya kendaraan politik PSI maka memberi kesempatan kaum muda masuk menjadi Bacaleg. Kata dia, PSI juga mendukung perbedaan dan menolak intoleransi. Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa.

“Kalau bisa perbedaan itu tidak dikatakan perbedaan tetapi warna bangsa. Lebih menyehatkan masyarakat harus dari dalam. Sehingga masuk lewat lembaga dewan. Terimakasih kepada PSI yang telah membuka ruang lebar untuk anak muda,”tambahnya.

Ketua Tim seleksi caleg, Kanisius To, menambahkan bahwa hingga Kamis 15 Maret 2018, PSI menerima berkas pendaftaran dari tiga Bacaleg. Ketiganya adalah Ricard Djami, Lexi Tungga dan Agustina Haba. Masing – mendaftar sebagai calon legislatif Propinsi NTT dari dapil kota Kupang. (Pelipus Libu Heo)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...