Kupang, seputar-ntt.com – Masyarakat kota Kupang dihebohkan dengan beredar video sekelompok orang membentak wakil wali kota Kupang, Hermanus Man. Video yang berdurasi 2 menit 9 detik tersebut menjadi viral di media sosial Facebook setelah diunggah akun Buang Kolimon, pada Kamis (2/11/2017). Dalam video itu tampak sejumlah orang membentak dan memarahi wakil wali kota Kupang.
Terkait video tersebut, wali Kota kupang Jefirstson R Riwu Kore atau disapa Jeriko, membenarkan adanya kejadian itu. Dirinya mengaku kecewa dan telah memanggil pihak terkait dalam video itu, untuk memastikan kebenaran. Kemungkinan, kata Jeriko, beberapa orang itu mencurigai wakil wali kota telah melakukan mutasi para pejabat di lingkup pemerintah kota Kupang secara diam – diam.
“Mengenai Video itu, secara umum Saya sudah panggil mereka untuk memastikan bahwa yang mereka pikirkan itu salah. Sebagai pimpinan Saya kecewa, Bahwa itu seorang pimpinan di situ. Jangan hanya karena isu orang perorangan lalu diambil sebagai isu yang besar, begitu,”Kata wali kota Jeriko, Jumat (3/11/2017) di kantor Dinas Pendapatan Daerah kota Kupang, usai membuka kegiatan diskusi publik RPJMD kota Kupang tahun 2018 – 2022.
Jeriko menduga kejadian itu kemungkinan besar kecewa akan sesuatu hal. Seolah – olah sudah dibuat oleh wakil wali kota. Katanya, bahwa mutasi harus mengacu pada peraturan perundang – undangan yang berlaku. Apabila dilakukan mutasi maka akan berkoordinasi dengan selurah pihak, wali kota, wakil wali kota dan sekretaris daerah serta pihak terkait lainnya.
“Pak wakil buat apa pasti koordinasi sama kita. Kita belum buat apa – apa, apalagi mutasi. Mutasi itu ada aturannya. Terkesan kemarin itu, paksa mutasi. Tidak bisa paksa mutasi,”ujarnya.
Dalam mutasi nanti, lanjutnya, maka harus terbuka dan dilakukan lelang terbuka melibatkan tim teknis dan ahli. “Kita harus adil untuk semua. Kalau orangnya bisa kerja kenapa kita mutasi. Alasan apa, loh! Katanya wali kota untuk semua. Ini harus kita Fair untuk semua,”tambahnya.
Terkait adanya keterlibatan oknum Apartur Sipil Negara dalam video tersebut. Wali kota Jeriko menyerahkan sepenuhnya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk diproses sesuai perundang – undangan. Kata Dia, wakil wali kota adalah pimpinan yang perlu dihormati dan disegani oleh seluruh ASN kota Kupang.
“Itu sudah di follow up oleh pak Sekda, ditangani pak Sekda,”tambahnya. Terkait ada pengakuan bahwa oknum ASN dalam video tersebut mengaku tim sukses, lanjutnya, setelah dilantik dirinya sudah menjadi wali kota milik semua masyarakat kota Kupang dan tidak ada lagi yang namanya tim sukses.
Seorang ASN kota Kupang yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Kata dia, video tersebut memperlihatkan tindakan tidak etis antara bawahan dan pimpinan. Dia berharap kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku, dan wali kota Kupang mengambil tindakan tegas. (Pelipus Libu Heo)
Follow