Manggarai, seputar-ntt.com – Dalam kontestasi pemilihan pemimpin yang dilakukan secara Demokrasi,dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat wajib Hukumnya saling menghargai,beda pilihan itu penting ,tetapi perlu di ingat saling menyerang antara pendukung juga penting asalkan menyerang lawan itu dengan berbagai narasi yang bersifat membangun.
Kemenangan dalam sebuah kompotisi adalah hasil Ahir dari perjuangan.Dalam konteks ini Penulis lebih fokus pada kontestasi Pilkada Kab.Manggarai yang berlangsung 9 Desember 2020,dimana banyak hal yang diperjuangkan oleh kandidat, mulai dari upaya mencari dukungan dari Partai untuk memenuhi salah satu persyaratan agar maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah(PILKADA). Adu gagasan dan ide untuk membangun sebuah daerah merupakan salah satu senjata untuk memenangkan hati Rakyat.
Menariknya beberapa Partai besar seperti PDI-Perjuangan,GOLKAR,GRINDRA,HANURA,PKB,PSI,bebondong-bondong mendukung Paket Hery-Hery(H2N).Pertanyaannya ada apa dengan Paket H2N itu?.
Untuk menjawab pertanyaan itu,penulis menyimak apa yang digaungkan baik yang disampaikan oleh kanditat calon Bupati dan Wakil Bupati,maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD),dari Partai pengusung Paket H2N selama masa kampanye yakni menjanjikan sebuah perubahan.
Dukungan dari beberapa Partai mampu menghipnotis hati Rakyat Manggarai,sehingga calon yang diusung untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati terjawab dengan sebuah kemenangan.
Penulis berharap dengan taglinenya Paket H2N,membawa perubahan,mampu mengungkapkan berbagai persoalan yang dihadapi Daerah ini sekaligus mampu menyelsaikan persoalan-persoalan itu,seperti apa yang di sampaika oleh Masyarakat yang menggunakan media sosial Facebook dalam status mereka ada yang menulis seperti bantuan Sosial yang dibagikan ke masyarakat tidak merata,penempatan Pegawai yang tidak sesuai keahlian atau dalam bentuk pertanyaan seperti,apakah proyek Wae Kebong sudah selesai dikerjakan atau mangkrak dan aset Daerah yang dinilai kurang efektif dalam pengelolanya.
Sejak Indonesia merdeka pada Tahun 1945 sampai dengan hari ini Desaku tak pernah merasakan cahaya terangnya listrik ,masih menggunakan lampu pelita ,semoga dengan tagline Perubahan mampu memenuhi harapan Masyarakat, Manggarai Nera. (Didimus)
Follow