Kupang, sputar-ntt.com – Plt Direktur Utama Bank NTT, Johanis Landu Praing, menegaskan arah baru kebijakan kredit Bank NTT yang kini difokuskan untuk sektor-sektor produktif.
Sektor-sektor seperti pertanian, peternakan, UMKM, dan pariwisata menjadi prioritas utama dalam penyaluran kredit, meninggalkan dominasi kredit konsumtif yang selama ini berjalan.
“Kita ingin dorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kredit produktif. Selama ini sudah berjalan, tapi proporsinya masih kecil. Ke depan akan kita benahi agar sektor unggulan benar-benar mendapat porsi yang layak,” ujar Johanis.
Salah satu langkah strategis Bank NTT adalah menurunkan angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Upaya perbaikan tersebut membuahkan hasil, dengan NPL kini berada di angka 2,6 persen, jauh lebih baik dibanding sebelumnya yang mencapai angka 70 persen.
“Dengan NPL di bawah 5 persen, kami optimis tahun ini bisa mendapatkan kuota penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Target kita adalah kuota sebesar Rp1 triliun,” jelasnya.
Namun demikian, Johanis mengingatkan bahwa stabilitas harus dijaga. “Selama tiga bulan ke depan, kita harus pertahankan NPL agar tidak naik. Kalau bisa turun lagi, peluang kita untuk dapat kuota KUR makin besar,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT, terutama pelaku usaha kecil dan sektor produktif di desa-desa yang selama ini sulit mengakses pembiayaan formal. (*)
Follow