Tebang Pilih, Petugas Pelabuhan Lewoleba Dinilai Rugikan Daerah

Date:

Share:

Lewoleba, seputar-ntt.com – Petugas di loket pintu masuk pelabuhan Lewoleba, Lembata dinilai pengendara tebang pilih memberlakukan pas masuk di Pelabuhan. Pasalnya, banyak pengendara yang masuk pelabuhan secara bebas dan tidak dikenakan biaya retribusi parkir, sementara yang lainnya diberlakukan.

Pengakuan ini disampaikan Stanislaus Ramos, salah satu pengendara yang sering berkunjung ke areal kuliner pelabuhan Jety Lewoleba, Jumad (13/05/16). Warga kelurahan Lewoleba Selatan, kecamatan Nubatukan itu mengaku menyaksikan langsung aksi petugas tersebut. Menurut Ramos, ketika dirinya berkunjung ke areal kuliner pelabuhan Jety, petugas menahannya dipintu loket dan memberikan karcis.

Sementara disaat yang sama, dirinya menyaksikan banyak pengendara yang masuk pelabuhan ahanya dengan malambaikan tangan kepada petugas tanpa membayar karcis. “Saya hampir tidak mau bayar itu karcis karena pengendara yang lainnya masuk pelabuhan hanya dengan melambaikan tangan atau menengur petugas”, ujar Ramos.

Ramos mengatakan selain dirinya merasa diperlakukan tidak adil, dirinya juga menyesali perilaku tersebut karena dengan membebaskan orang-orang entah kenalan atau keluarga para petugas, perbuatan semacam ini jelas merugikan daerah. Dari sisi pendapatan, daerah akan dirugikan karena untuk mengakses entah ke palabuhan atau ke areal kuliner, semua orang memiliki kewajiban yang sama.

Senada dengan Ramos, Yosi Kares, wartawan media online, aksiterkini.com juga mengalami hal yang sama. Yosi menuturkan kejadian semacam ini sering Ia saksikan setiap kali mengunjungi kuliner pelabuhan Jety Lewoleba.

Yosi berpendapat, salah satu sumber pendapatan daerah yakni dari pos PAD, beberapa tahun belakangan sepertinya stagnan karena perilaku semacam itu. Padahal menurut Dia, salah satu sumber PAD adalah retribusi yang mana jika pemerintah daerah optimal, disiplin dan tegas menaggulangi kebocoran-kebocoran tersebut, angka PAD Lembata tentu lebih besar dari yang ada.

Yosi menyarankan agar Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Lembata harus lebih tegas terhadap petugas di pos pintu masuk pelabuhan Lewoleba agar berlaku adil dalam menerapkan karcis masuk. Sebab jika tidak, bukan tidak mungkin, ketika semua pengendara sadar bahwa diberlakukan tidak adil oleh petugas, maka bisa saja  akan mogok bayar.

“Saya kuatir, suatu saat semua pengendara yang masuk pelabuhan ini sadar diberlakukan tidak adil, orang bisa mogok bayar karcis”, tutup Yosi. (broin tolok)
Percakapan Obrolan Berakhir

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...