Walikota Geram Terhadap Lurah Yang Tak Ikut Orientasi WPA

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Walikota Kupang, Jonas Salean merasa geram dengan para lurah yang tidak mengikuti orientasi peningkatan kapasitas kader warga peduli AIDS (WPA)yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang, di aula Rujab Walikota, Senin (10/8/2015). Pasalnya, kegiatan tersebut wajib diikuti oleh para lurah karena akan dibentuknya WPA di 51 kelurahan di Kota Kupang.

“Masa para pengurus dari WPA dari 51 kelurahan hadir sementara para lurah tidak hadir. Saya minta Asisten I untuk mengecek daftar hadir supaya saya tahu siapa saja lurah yang tidak hadir,” tegas Jonas saat menyampaikan sambutan.

Dia mengatakan kegiatan ini sangat penting dikuti oleh para lurah karena merekalah yang memiliki peran penting dalam pembentukan WPA di keluarahan. Untuk itu para lurah yang ketahuan tidak hadir akan diberi teguran secara tertulis oleh Walikota sehingga tidak mengulangi perbuatannya.

“Persoalan AIDS ini tidak boleh dianggap sepele dan saya sudah tegaskan berulang-ulang kepada para camat dan lurah. Apalagi untuk kelurahan Alak harus diperketat karena menjadi wilayah penyumbang HIV/AIDS di Kota Kupang,” tandas Jonas.

Jonas Salean menambahkan, Kota Kupang menjadi KPA terbaik bidang konfirmasi, imformasi dan edukasi (KIE) di wilayah Sunda Kecil, terbaik di NTT dari segi dana dan program dan memiliki kader WPA terbanyak. Untuk itu Jonas meminta sekertaris KPA Kota Kupang untuk mengajukan anggaran bagi WPA di 51 keluarahan yang ada di Kota.

“Tahun depan saya akan alokasi dana hibah bagi WPA 1 mililiar lebih. Dana ini akan diatur oleh KPA untuk memotifasi para WPA. Untuk itu, setelah kegiatan HUT Kemerdekaan, akan digelar rapat bersama seluruh lurah bagimana melakukan intervensi sehingga mengurangi kasus HIV/AIDS di kota ini,” katanya.

Sementara Sekertaris KPA Kota Kupang, Agustinus Quintus Bebok mengatakan, kasus HIV dan AIDS di Kota Kupang sejak tahun 2000 hingga maret 2015 sebanyak 707  kasus, dengan rincian kasus HIV sebanyak 524 kasus dan AIDS 183 kasus. Jika dilihat dari jenis kelamin, laki-laki sebanyak 408 kasus, perempuan sebanyak 299 kasus.

“Melalui dukungan dana APBD kota tahun 2015 telah terbentuk kader WPA di 51 kelurahan. Dalam perjalanannya beberapa kader WPA telah menunjukkan kemampuan berkarya dilingkungan sekitar seperti melakukan sosialisasi di lingkungan rt/rw bahkan di posyandu selain itu juga melakukan mobile vct bersama puskesmas,” katanya. (riflan hayon)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...