Warisan Budaya NTT Diambang Kepunahan

Date:

Share:

Kupang,Seputar NTT.com, – Walau NTT sangat kaya dengan peninggalan budaya, namun fakta lapangan menunjukkan nilai- nilai budaya mulai tercecer, merana dan nyaris punah. Ditambah lagi, sekolah- sekolah pun tidak memberi ruang yang cukup untuk pemuatan budaya lokal.

Wartawan senior Harian Kompas, Frans Sarong dalam keterangan pers kepada wartawan di Kupang, Kamis (1/8) mengatakan, peninggalan budaya yang nyaris punah itulah mendorongnya untuk membubukan tulisan- tulisannya yang pernah dimuat di Kompas. Buku dengan editor Tony Kleden dan Marsel Robot yang diterbitkan oleh Penerbit Ledalero pada Mei 2013 lalu itu berjudul “Serpihan Budaya NTT.”

Frans menjelaskan, buku tersebut pada intinya lebih berkarakter budaya. Buku ini juga mau memperlihatkan kepada publik bahwa tulis buku sebenarnya tugas seorang wartawan. Karena itu, wartawan tak perlu pesimis dengan karya- karya yang pernah dipublikasikan di media massa tempat ia bekerja.
“Peninggalan budaya NTT yang nyaris punah karena ada inetrvensi dari aspek lain yang merontokkan budaya yang dipegang teguh masyarakat lokal,” kata mantan wartawan Mingguan Dian ini.

Ketua Panitia Peluncuran Buku “Serpihan Budaya NTT”, Marianus Kleden menerangkan, buku yang akan diluncurkan pada Sabtu, 3 Agustus 2013 merupakan kumpulan ficer karya Frans Sarong di Harian Kompas. Kumpulan ficer itu dibukukan agar bisa menjadi bacaan luas bagi pelajar, mahasiswa dan pemerintah. Sehingga bida menjadi referensi bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan publik. Misalkan, tulisan tentang kampung tua menjadi referensi bagi pemerintah untuk menatata daerah sesuai dengan budaya lokal.

Marianus mengungkapkan, bedah dan peluncuran buku “Serpihan Budaya NTT” ini mau menggugah minat dan perhatian terhadap khazanah budaya dan kandungan nilainya. Kegiatan bedah buku akan menampilkan enam narasumber yakni Romo Valens Boy, Pr (Bermisi dalam konteks budaya lokal), Pdt. Mery Kolimon (Mengendus jejak Allah dalam budaya lokal), Wiratno dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT (Pendekatan Budaya Menjaga Lingkungan). Leo Nahak dari Museum NTT (Peran Pemerintah Melestarikan Kahazanah Budaya), Made Purna dari Balai Pelestarian Nilai Budaya NTB, NTT (Kearifan Lokal Memperkuat Jatidiri dan Pembentukan Karakter), Anton Doni (Refleksi Daya Dukung Budaya NTT untuk Demokrasi yang Lebih Berkualitas).

Tony Kleden, salah satu editor buku mengatakan, judul buku karya Frans Sarong itu menyiratkan keprihatinan seorang wartawan yang tidak tega aset- aset dan nilai- nilai budaya di NTT lepas tercecer tanpa mendapat perhatian semua pihak. Melalui kumpulan tulisan dalam buku ini, Frans ingin agar serpihan- serpihan itu diangkat dan denan demikian mendapat perhatian secara luas dan serius.

Ia menambahkan, buku “Serpihan Budaya NTT” telah terbit Mei 2013 oleh Penerbit Ledalero. Meski belum dibedah dan dipasarkan secara luas, sambutan terhadapnya luar biasa. Sambutan umumnya datang dari para budayawan, seniman, akademisi dan tokoh masyarakat.(Joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...